MATI ATAU HIDUP DI USIA 25 TH

MATI ATAU HIDUP DI USIA 25 TH

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 3, 2023
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Terlahir dari rahim seorang ibu yang memiliki warisan adalah kado terindah bagi seorang anak, tidak merasakan betapa kejamnya waktu serta omongan manusia, namun terlahir dari rahim seorang ibu yang sekedar untuk makan saja sulit namun ibu yang berjuang rela menahan nafas demi sang buah hati adalah kebahagian bagi semua anak. ini bukan cerita dongeng yang di bacakan oleh ibu peri, ini adalah kisah yang tidak memiliki wadah untuk dituang kan, perihal target, ambisi, keluhan serta pikiran akan terliris kamu bisa mengutik dari sudut pandang manapun, bebas mengutarakan apakah pikiran dan hatimu menyatu atau sebaliknya kau takut menginjak umur 25 Tahun. Mati atau Hidupmu di usia 25 Th dapat kau tentukan di usia 20 an, mari menata dan belajar bersama
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saksi Diam
  • Gadis Desa Jadi Milliarder (END)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • Surat tak berbalas
  • Hey, Mama
  • The Missing Years | ✓
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Suka Dibalik Lara

[PROSES ROMBAK] Ini tentang Aruna. Gadis muda yang belum benar-benar mengerti arti 'kehidupan' yang sebenarnya. Ia adalah seorang gadis tak bernoda yang terjebak diantara teka-teki kehidupan. Tak ada petunjuk, tak ada bantuan. Tak ada yang menyadarkannya, seolah semua bersepakat membiarkannya tersesat di dunia gelap tanpa cahaya ini. Kematian tetangga sekaligus teman jamuan-malam-malam neneknya menjadi awal mula semua peristiwa. Orang-orang, dokter dan suster berkata Nathalia terkena penyakit kanker mematikan. Tapi ucapan mereka berbeda seratus delapan puluh derajat dari surat keterangan dokter yang tak sengaja dilihat Aruna diatas meja rumah sakit. Dari sana, perlahan terror mulai menghantuinya. Kardus-kardus berisi buku dengan surat yang menuliskan kalimat-kalimat dengan inti yang sama dengan ancaman disetiap akhir paragrafnya. Tapi Aruna sudah lebih dulu memberitahu nenek dan ibunya. Semua sudah tahu. Tak ada lagi celah dari terduga 'penghilang nyawa' Nathalia. Semua sudah tahu dugaan itu, beberapa turut memojokkan pelaku yang terdeteksi, tapi beberapa juga mulai goyah. Semua sudah tahu. Tapi sungguh, tak ada satupun yang tahu kebenarannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines