LEO - love each other [On going]

LEO - love each other [On going]

  • WpView
    LECTURES 1,916
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Chapitres 52
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 11, 2026
"Selamat ulang tahun Arkan," ucap Airin dengan lembut sambil menyodorkan kue pada Arkan. Pergerakan Airin terhenti saat melihat tulisan di tanah, 'will you be my girlfriend?' itulah yang tertulis di atas rerumputan hijau pinggir danau. Airin terkejut melihatnya, satu tangannya menutup mulut tanda tak percaya dengan apa yang ia lihat. Kue yang Airin bawa sudah diambil oleh Kyia, takut kue itu jatuh ke tanah karena tangan Airin bergetar. Arkan mengeluarkan bunga dan coklat yang ia bawa dan berjalan mendekati Airin membuat sang empu berjalan mundur. Arkan dengan sigap memegang pinggang Airin supaya tak semakin jauh darinya. "Airin, kamu mau ngga jadi pacarku?" tangan Arkan beralih memegang tangan Airin dan menatapnya.
Tous Droits Réservés
#71
nomings
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • It's Always Been You✔️
  • -KAKA KELAS- |SungRen
  • Break up: Jaemin [Revisi]
  • Mas Jevin || JICHEN
  • Friendship
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • Just Message

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu