'Live A-Life (Extended Chapter)

'Live A-Life (Extended Chapter)

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 16, 2023
Kali ini, aku mencoba merangkai semua yang membentang pada jalur Lintas Waktu. Langkah kaki terus membawaku menuju arah yang berbalik. Aku melihat berbagai macam hal yang perlahan Pudar warnanya, sembari menyantap makna usang yang menyebarkan bau busuk ke setiap penjuru ruangan. Meja bundar dan beberapa kursi kayu yang mengelilinginya. Hanya ada aku, ditemani sedikit cahaya redup dari Lentera Hitam itu. Sudut-sudut ruang tak terjamah oleh cahaya, peranku hanya sebatas Bidak Tunggal yang tersesat. Kemudian sosokmu muncul dari balik kegelapan pekat, menepuk halus pundak kiriku seraya berkata. "Kamu sudah berjalan terlalu jauh kebelakang."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Like A Shoes
  • Langitara
  • Mahligai Sunyi
  • Crossroads #TrueShortStory
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Unrequited Feelings | ✓
  • Pain of the Slayer
  • Pendekar Dari Pajajaran

"Lucu ya Rak, waktu lo suka sama gue, gue nya yang benci sama lo. Waktu lo udah jadian sama yang lain, gue suka sama lo. Miris nya lagi, waktu lo udah putus, lo harus berjuang buat cewe yang lo suka padahal gue masih suka sama lo" aku mengugkapkan perasaanku dengan lancar. Raka menoleh kearahku "Gue juga masih suka sama lo Ra" "Iya?" tanyaku memperjelas "Iya, tapi gue lebih suka sama dia. Gue harus berjuang buat dia. Makannya" jelasnya "Makannya apa?" tanyaku lagi "Jangan sia sia in gue, gue ini langka" Deg

More details
WpActionLinkContent Guidelines