Retro(u)vailles // Bahasa Indonesia version

Retro(u)vailles // Bahasa Indonesia version

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2026
Siapa sangka, sebuah kalimat sederhana yang terucap dari bibir seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun, mampu menetap begitu lama di benak seorang gadis kecil-hingga bertahun-tahun kemudian. Kalimat itu. Yang kau ucapkan padaku saat aku baru berusia sembilan tahun. Tak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal diam, bersembunyi di sudut-sudut ingatan, lalu muncul kembali di saat-saat yang paling tak terduga. Aku tumbuh bersamanya. Bersama tanya yang tak kunjung mendapat jawaban: Apa maksudmu waktu itu? Kini, aku berdiri di sebuah persimpangan-tempat di mana aku akhirnya ingin menjawab kalimat itu. Bukan dengan kebingungan seperti dulu, tapi dengan seluruh hatiku. Namun satu hal masih mengganjal. Apakah ucapanmu kala itu sungguh bermakna? Ataukah hanya sekadar celoteh polos seorang anak kecil? Dan jika hari ini aku mulai merasakan sesuatu yang lebih darimu... Apakah semuanya sudah terlambat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Beautiful & Broken
  • This My Fault (Delya's love)
  • 𝐏𝐀𝐈𝐍 || 𝐌𝐈𝐋𝐄𝐀𝐏𝐎 [𝐄𝐍𝐃]
  • Sugar Daddy18+ END [✓]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Unsweet | KinnNatta - End
  • SPEAK NOW
  • Regrets of Love
  • THE CHAIN OF LONGLAST LOVE ✅

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines