September when you cryin

September when you cryin

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 13, 2025
Surabaya di bulan Agustus terasa sangat dingin membuat seorang gadis menutupi tubuhnya dengan jaket. Ia seorang siswi smk semester akhir. Gadis yang dikenal dengan nama Zenyova Axeleone Visorene itu menatap tugasnya dengan tatapan kosong. Ia sangat lelah dengan tugasnya yang menumpuk. Selain di sibukkan dengan tugas yova juga di sibukkan dengan organisasi di kampung yaitu karang taruna, karena ini bulan Agustus kampung yova mengadakan acara lomba-lomba seperti pada umumnya, dan di malam ini yova harus pergi untuk mengikuti agenda rapat dengan karang taruna lainnya. Dan ini awal kisah yova yang bertemu dengan seorang laki-laki yang membuat pikirannya tidak tenang karena sering memikirkan laki-laki tersebut, laki-laki ini juga yang membuat yova jatuh cinta lagi setelah tidak ada yang menetap di hati yova. "Harusnya dari awal aku gak usah cari informasi lebih tentang kamu" Zenyova Axeleone Visiorene "Maaf aku masih belum bisa nerima orang baru, sahabatan aja dulu ya " Xavie Dirvonius Alvione
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • EXCHANGE
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • ALEENA
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • ALESYA (END)
  • Prince Untuk Alea
  • Xavier & Alexa [End]
  • Diary Cinta ELVAZA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines