Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
SPECTATOR

SPECTATOR

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing2h 54m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 14, 2023
Firin Alina hanyalah seorang siswi SMA yang ingin menjalani kehidupan normal di sekolahnya. Sialnya, berbagai masalah bertubi-tubi menimpanya. Situasi membuat Firin mau tidak mau menjalani kehidupan yang penuh teror, mulai dari perannya sebagai Ketua OSIS, sampai menjadi detektif dadakan akibat kejanggalan yang membuat kepalanya gatal akan rasa penasaran. Satu per satu masalah dapat ia selesaikan. Akan tetapi, jauh di sana, Firin belum menyadari akan sesuatu yang mengamatinya dari jauh. Sesuatu yang seakan menjadi penonton akan kehidupan Firin yang berliku-liku. Spectator itu, siap muncul sebagai kekhawatiran terbesar Firin di akhir masa-masa sekolahnya tanpa pandang bulu. SPECTATOR, buku pertama, rilis 8 April 2023
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Once A Time
  • LOVE-SICK : FALLING IN LOVE [SUDAH TERBIT]
  • Just a Nerd Boy
  • Pedofilia
  • Dua Helai Daun
  • Who's Bad? [COMPLETED] (#Wattys2017)
  • A Story of Beauty and the Beast [SEVENTEEN's Jeonghan]
  • Who Are U ?
  • Entre balas y rosas - Jeongcheol
  • The Lonely Millionaire Volume 1

Rasanya menyakitkan kala angin berhembus menerpa tubuhnya. Rambut panjangnya berkibar dan ia memejamkan mata. Menghirup napas dengan rakus seakan paru-parunya menyempit. Matanya kembali terbuka, menatap lurus langit hitam di atasnya. Tidak ada bintang. Bahkan bulan enggan muncul. Yang ada hanya gumpalan awan yang sesekali diterangi nyala kilat. Ia menelan ludah. Tangannya yang mencengkeram pagar besi sebatas pinggang di belakangnya perlahan melemah. Ia siap sekarang. Sangat siap untuk apapun yang menghantam tubuhnya di bawah sana nanti. Kedua bola matanya memandang ke bawah. Ramai oleh lampu-lampu mobil yang bergerak, juga terangnya gedung-gedung yang lebih pendek di sekitarnya. Tangannya terlepas, terentang lebar menyambut deru angin yang hampir merusak gendang telinganya. Ia memejamkan mata. Tubuhnya terayun ke depan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines