Story cover for DESTINY by masihkicik
DESTINY
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado abr 08, 2023
Syifa rasanya sedang dipermainkan oleh takdir, antara berhenti atau tetap pada pendiriannya sendiri. 

Ia berpikir, seandainya ia bisa memilih takdir, apakah hidupnya sekarang akan serumit ini?

[Kelihatannya rumit, tapi ini fluffy, kok]
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir DESTINY a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
The Magic Books de KaniaPutriPutri8
35 partes Concluida
Apa yang akan kamu lakukan untuk merubah takdir sesuai dengan apa yang kamu inginkan? Kira-kira, takdir seperti apa yang kamu impikan? Jika ada kesempatan untuk merubahnya, apa kamu mau mengambil kesempatan itu? Atau justru tetap berpasrah sama seperti alir mengalir? Tapi bukankah aliran air itu akan bercabang? Bukan hanya mengalir ke laut, tapi juga ke seluruh penjuru dunia. Lantas kalau sudah begitu, apa bisa menemukan ujungnya? Kamu masih mau memilih menjadi air atau justru berubah pikiran menjadi manusia pembelot yang tidak ingin hidup satu kali sia-sia? Urusan takdir memang sudah ditentukan oleh, Tuhan, jauh-jauh hari sebelum manusia ada. Tapi, kamu sebagai manusia juga bisa berdoa dan berusaha mengubah takdir yang bisa diubah jika, Tuhan, mengizinkannya juga. Namun, jika sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segenap jiwa dan raga, tapi kemauan yang kamu mau tidak terwujud atau justru gagal, maka itu juga bisa disebut takdir. Dan, akhirnya yang bisa kamu lakukan hanya ikhlas menerima jalan yang sudah, Tuhan, pilihkan. Karena belum tentu takdir yang kamu pilih itu kedepannya bisa memberikan kebahagiaan, kesuksesan, dan kenyamanan. Justru, takdir yang, Tuhan, pilihkan untuk kamu yang sudah pasti memberikan apa yang kamu butuhkan sesuai dengan takarannya. Memang terkadang pilihan, Tuhan, terasa lebih menyakitkan daripada pilihan sendiri. Tapi, jika itu memang yang terbaik bagaimana? Simpulkan sendiri dengan renungan mendalam, setelah itu putuskan jalan yang kamu pilih. Jalan yang menurut kamu benar atau jalan yang menurut, Tuhan, benar? Tapi ingat dua hal. Pertama, kalau kamu memilih mengubahnya, berarti kamu harus siap bersaing dengan, Tuhan. Ke dua, jika kamu memilih takdir yang kamu inginkan lalu benar-benar dikabulkan oleh, Tuhan, maka jangan marah atau kesal ketika, Tuhan, sudah memperlihatkan kebenaran yang belum kamu ketahui sebelumnya. Jika tetap menyalahkan, Tuhan, maka ingat siapa yang lebih dulu meminta serta memaksa.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
The Magic Books cover
My Memories cover
Reason cover
The Line Of Destiny ✔ cover
One Call Away cover
love Or bestfriend (REVISI) cover
Determinasi | ✔ cover
Game Of Destiny cover
Magic Academy (END) cover

The Magic Books

35 partes Concluida

Apa yang akan kamu lakukan untuk merubah takdir sesuai dengan apa yang kamu inginkan? Kira-kira, takdir seperti apa yang kamu impikan? Jika ada kesempatan untuk merubahnya, apa kamu mau mengambil kesempatan itu? Atau justru tetap berpasrah sama seperti alir mengalir? Tapi bukankah aliran air itu akan bercabang? Bukan hanya mengalir ke laut, tapi juga ke seluruh penjuru dunia. Lantas kalau sudah begitu, apa bisa menemukan ujungnya? Kamu masih mau memilih menjadi air atau justru berubah pikiran menjadi manusia pembelot yang tidak ingin hidup satu kali sia-sia? Urusan takdir memang sudah ditentukan oleh, Tuhan, jauh-jauh hari sebelum manusia ada. Tapi, kamu sebagai manusia juga bisa berdoa dan berusaha mengubah takdir yang bisa diubah jika, Tuhan, mengizinkannya juga. Namun, jika sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segenap jiwa dan raga, tapi kemauan yang kamu mau tidak terwujud atau justru gagal, maka itu juga bisa disebut takdir. Dan, akhirnya yang bisa kamu lakukan hanya ikhlas menerima jalan yang sudah, Tuhan, pilihkan. Karena belum tentu takdir yang kamu pilih itu kedepannya bisa memberikan kebahagiaan, kesuksesan, dan kenyamanan. Justru, takdir yang, Tuhan, pilihkan untuk kamu yang sudah pasti memberikan apa yang kamu butuhkan sesuai dengan takarannya. Memang terkadang pilihan, Tuhan, terasa lebih menyakitkan daripada pilihan sendiri. Tapi, jika itu memang yang terbaik bagaimana? Simpulkan sendiri dengan renungan mendalam, setelah itu putuskan jalan yang kamu pilih. Jalan yang menurut kamu benar atau jalan yang menurut, Tuhan, benar? Tapi ingat dua hal. Pertama, kalau kamu memilih mengubahnya, berarti kamu harus siap bersaing dengan, Tuhan. Ke dua, jika kamu memilih takdir yang kamu inginkan lalu benar-benar dikabulkan oleh, Tuhan, maka jangan marah atau kesal ketika, Tuhan, sudah memperlihatkan kebenaran yang belum kamu ketahui sebelumnya. Jika tetap menyalahkan, Tuhan, maka ingat siapa yang lebih dulu meminta serta memaksa.