SECOND MASTER

SECOND MASTER

  • WpView
    LETTURE 114
  • WpVote
    Voti 8
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, apr 17, 2023
O.de/Oh Seungmin Xdinary Heroes as a Argatha Aula Dirga Kyujin Nmixx as a Denada Rahma 'Aqeela 🐾🐾 "ANJING!!! INI CEWEK DARIMANA BANGSAT?!!" Argatha dibikin kaget setengah mampus saat melihat seorang cewek berambut panjang tiba-tiba berada di ranjang tidurnya. "Hey, kenapa kaget? Bukannya semalem kamu yang meluk aku duluan, ngobatin luka aku juga sebelumnya." "GILA LO!!" Si cewek miringin kepalanya polos. "SEMALEM ITU KUCING BUKAN CEWEK MODEL GINI?!" "Iya emangnya aku apa?" "BODO AMAT ANJING!! KALO LO KUCING TERUS BULU LO KE MANA, KUMISNYA KE MANA, SAMA EKORNYA MANA? JELAS-JELAS LO CEWEK!!!" teriak Argatha histeris. Perkara nyelametin kucing liar di trotoar arah menuju rumahnya sepulang sekolah, Argatha dibuat terkejut sekaligus heras saat mendapati dirinya notengah memeluk seorang perempuan dalam posisi tidur, untung saja mamahnya belum naik buat bangunin Argatha. 🐾🐾 "So, lo harus dapetin balik kalung itu buat ngembaliin lo jadi manusia seutuhnya?" "Hm hm." "Oke, gw bakal bantu lo."
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Amor Eterno
  • My Friend Is My Strength
  • •LOVE MISTAKE• Heesun✓
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Belia & Keandra (END)
  • Kosan Malapetaka
  • Diantara mereka
  • ♪*⁠.⁠✧𝐒𝐮𝐦𝐦𝐞𝐫 𝐒𝐧𝐨𝐰☆゚⁠.⁠* [ᴛᴡɪsᴛᴇᴅ ᴡᴏɴᴅᴇʀʟᴀɴᴅ x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]
  • kiara's dream
  • [✔] 𝙹𝚄𝚂𝚃 𝙰 𝙳𝚁𝙰𝙵𝚃 𝙾𝙵 𝙼𝚈 𝙼𝙸𝙽𝙳

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti