The Mute [HIAT].

The Mute [HIAT].

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Follow sebelum baca!! ⚠️KALAU MAU HEBAT JNGN JDI PLAGIAT⚠️. ° ° ° ° ° ° ini adalah kisah Luna si gadis bisu yang selalu mendapatkan Bullyan di sekolah mau pun di rumah... "Ya tuhan aku cape... Aku cape ya tuhan, aku ingin cepat cepat pergi dari dunia ini." -luna Oh ya ini cerita gabut aja si wkwk. Semoga suka yaw, Mau rikwes ga nih end nya happy atau sad? Kayanya seruan sad ya biar kalian nangis brng brng hehe Ga kok berjanda, aku juga ga tau ke depannya gimana xixi yawdh selamat membaca manizzzz YANG GA SUKA GAUSAH BACA!! Jngn lupa vote ya maniezzz🦋 ⚠️DILARANG PLAGIAT!!⚠️
All Rights Reserved
#487
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SHORT STORY
  • Converge With You [On Going]
  • SYELA DAN LUKANYA |END|
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • ALUNA
  • Possessive Badboy [END]
  • AXELLE [END]
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines