We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
comeback,  you are my destiny.

comeback, you are my destiny.

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
haidar dan ale yang dipertemukan kembali dipantai saat melihat sunset, mereka berdua tidak sengaja bertabrakan. haidar terkejut melihat sang pujaan hati yang sudah lama lenyap dari dunia ini kini telah hadir, untuk memulai kisah yang belum terselesaikan. " ale? " batin haidar dengan terkejut " sorry ka ga sengaja, ada yang luka ngga? " tanya ale kepada haidar. " eh ngga ada, gua gapapa " jawab haidar. " sekali lagi maaf ya ka " ucap ale sembari mengulurkan tangan untuk meminta maaf. " nama lo siapa? " tanya haidar sembari menerima uluran tangan dari ale. " nama aku aleana kak. " ucap ale yang menjawab pertanyaan tegar. " kenalin gua haidar, boleh temenan? " haidar bertanya kembali sambil perkenalan diri gaes. " boleh " jawab ale. " mau lihat sunset bareng ga le? " haidar bertanya lagi dan lagi kepada ale. " boleh kak " sahut ale mengiyakan. " oh iya le, terimakasih telah hadir untukku. and comeback, you are my destiny. " ucap haidar sembari menatap muka yang tengah bersinar disampingnya, ale. " i am yours and you are only for me, haidar. " celetuk ale dengan tersenyum manis kepada haidar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • the other side
  • ABIAN HALA
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • About feelings   (selesai)
  • I Love You
  • STRUGGLE [End]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • [LS1] RAINEESME (Completed)

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines