Sejuta Luka & Trauma

Sejuta Luka & Trauma

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2023
Tentang lika-liku antar dunia perkuliahan, pertemanan dan hubungan. Bagaimana rasanya orang yang telah kau anggap rumah namun memberikan luka serta proses pendewasaan yang sungguh nikmatnya? Bahkan disaat kau butuh teman untuk cerita tak ada satu pun teman yang bisa kau percayai kembali karena sebuah pengkhianatan yang telah di lakukan oleh orang terdekat. Ini kisah tentang ku, perempuan yang memeluk erat semua luka. Update setiap hari minggu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Inspirasa The story of broken heart
  • Desire (END)
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • Hubungan Tanpa Status [SUDAH TERBIT]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines