Mesin Penghancur Mimpi

Mesin Penghancur Mimpi

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 12, 2023
Pernahkah kamu merasa lelah, namun disisi lain kamu merasa belum menyelesaikan apapun didunia. Seakan-akan kamu merasa kehabisan waktu, dan kamu sudah menghabiskan waktu dengan sia-sia. Kenyataan hidup seperti mesin pengiling yang menghancurkan mimpimu. Rata dan tak berbekas, kamu berusaha menemukan jejak, ataupun remah-remah terakhir yang bisa mengantarmu untuk pulang. Hal-hal yang dulunya membuatmu bersemangat dan menjalani hidup kini terasa hambar. Apakah aku depresi? aku mulai membenci diriku sendiri. Orang-orang yang seharusnya menjadi suport sistem bagiku seperti tidak mengenaliku. Akankah aku selesai dengan diriku sendiri sebelum membuka hatiku untuk oranglain?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Slow Days (FIN)
  • Bintang Embun Dalam Kenangan
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Titik Yang Benar
  • Mahligai Sunyi
  • Meneroka Jiwa 2
  • Letters for Self
  • Soledad [Completed]✅️
  • Narasi patah hati

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines