She Is not Cleopatra

She Is not Cleopatra

  • WpView
    Reads 3,967
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 25, 2024
"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu membuat hatiku bergetar. Aku menatap mata coklat gelapnya sembari menahan perihnya darah segar yang mengalir di lengan kananku. Napasku tercegat saat aku menatap hanya debu dan pasir yang betebaran menutup arah penglihatanku. "apa kita bisa kembali?" tanyaku. Mata Zaidan menampakkan kilauan harapan seakan mengatakan "percayalah Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap untuk menolong kita" secara tersirat. Lantas ia mengangguk yakin menatapku. Aku terdiam saat suara itu terdengar jelas di telingaku, "طبيبة" teriakan itu menggema diantara puing-puing bangunan yang begitu memiluhkan. "Aisyah," panggilku memastikan. "ZHAFIRA!!! ZAIDAN!!!" "itu suara Yusuf," gumam Zaidan yang kubenarkan. "begitu dekat untuk meyakinkan hatimu akan bertahan kepada siapa." Aku terdiam tak menanggapi ucapan pria tampan ini. Hatiku kembali diragukan oleh perasaan cinta dan kekaguman pada makhluk-Nya. Ternyata benar apa kata Zaidan, bahwa Tuhan sedang menarikku menuju apa yang direncanakan-Nya. Dan kini adalah waktuku untuk menerima rencana itu dan memutuskan kemana hatiku akan berlabuh. ----- "Teruntuk dia yang ada dalam gemuruh porak porandanya padang pasir dan kisahnya, teruntuk seseorang yang melabuhkan perasaan dan melangitkan doanya dalam sebuah peradaban bumi para nabi. Aku hanyalah seseorang yang berusaha menjadi Kartini untuk menegakkan keadilan bagi perempuan dan menjunjung tinggi kedamaian di dunia. Aku tak memiliki banyak kekuasaan, karena aku bukan termasuk sederet perempuan sempurna Mesir dengan segala pesonanya. Aku bukan Cleopatra." -Zhafira Aisyah Farida-
All Rights Reserved
#33
boston
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILUSI dan MIMPI
  • 90 Hari Selingkuh
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • AZALEA
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

"Za,kalau besar nanti kita pacaran yuk." Ucap Haidar kecil di umurnya yang masih 5 th. "Kata Mama kamu, pacaran itu gak boleh.Orang muslim gak boleh pacaran loh." Jawab Zahira dengan nada yang masih kekanak-kanakan. "Ya Sudah,ayo kita menikah saja." Ucap Haidar dengan ekspresi polosnya. "Kata Mama kamu juga, kita gak boleh menikah kalau belum punya kartu KTP." Zahira menjelaskan tidak kalah polosnya dengan Haidar. "KTP namanya Za, bukan kartu KTP." Haidar tertawa, membenarkan ucapan Zahira kecil. "Sama saja,pokoknya Mama kamu bilang begitu." Zahira menggelembungkan pipi chubby nya dan sesekali melirik Haidar yang masih bermain pasir di pantai bersamanya. "Kok kata Mamaku semua sih,Za.Sebenarnya yang anaknya itu Aku atau kamu sih!" Haidar sama kesalnya dengan Zahira. "Entah,kamu kan gak pernah dengerin kalau sedang dinasehati Mama kamu.Mungkin Mama kamu lebih suka Aku daripada kamu." Zahira menjawab asal menaikkan bahu sembari menertawakan Haidar. *** Bagaimana jika masalalu yang telah kau lupakan kembali lagi di kehidupanmu? Apakah kau akan kembali ke masalalumu atau menerima dia yang tidak kau cintai. Dan Bagaimana cara kau menyikapi masalalu yang menyakitimu dan membangun masa depan dengan seseorang pilihan orang tuamu(?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines