Catatan untuk Edelweis

Catatan untuk Edelweis

  • WpView
    Membaca 210
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 3, 2023
Bunga Edelweis bilang, "Setiap orang sedang berusaha menyembuhkan luka dan kesusahannya masing-masing. Maka jangan selalu bersedih hati, karena Dia telah memberi sesuai kadar dan takar masing-masing. Masih ada yang bisa disyukuri, yaitu kemampuan diri setiap hari." Bunga Edelweis bilang, "Kukira matahari begitu jahat, hingga membuat seluruh tubuhku kering. Namun ternyata, Dia menghendaki demikian agar aku sampai di meja rumah-rumah kalian. Sebagai hiasan, sebagai hal yang menyenangkan, sebagai sesuatu yang melegakan hati dan mata tiap-tiap orang." Bunga Edelweis juga menambahkan, "Sesuatu yang terikat dengan takdir kita, tidak akan diciptakan kecuali sebagai kebahagiaan, hikmah, dan kebaikan. Maka jangan putus berbaik sangka dan bersyukur selalu. Dialah Al-'Alim, yang mengetahui segala hal tanpa terlewat satu pun."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • WUNDE ( Selesai )
  • Edelweiss | Jonatan Christie √
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Amin paling serius
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • Sayap-Sayap Doa Setetes Hidayah Sejuta Hikmah
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan