Irreplaceable [ COMING SOON ]

Irreplaceable [ COMING SOON ]

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 11, 2023
Dwilogi #Seri 2 Tidak ada yang lebih pedih selain di tinggal pergi, tidak hanya kehilangan sosok sahabat karib, cita-cita dan pacarnya ikut menjadi tumbal kesedihan. Namun, diantara banyak sekali kepergian, lantas seorang Biru menjadi angin penyejuk hati bagi Edrea. Menjadi bayang bayang yang bahkan tidak tau kapan ia nantinya ikut menghilang. Kisah manis dari kedua penyuka ketoprak yang menjadi kisah inspiratif. Semoga air mata seluas samudera di hapus habis oleh langit yang menjadi saksi bisu kesedihannya. _______________________________________ ⚠️TIDAK MENERIMA PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ❌ INGAT! MENYALIN ATAU MENYADURKAN SEBUAH CERITA AKAN DI KENAI HUKUMAN PASAL-PASAL YANG BERLAKU Karya ini dilindungi oleh Undang-Undang No.28/2014 tentang Hak Cipta, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan hukum yang berlaku di Indonesia. [Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan]
All Rights Reserved
#984
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Deep Blue (END)
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • Rintik hujan [COMPLETED]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]
  • 12 PM [TAMAT]
  • Lentera Biru [END]
  • GALANG [SELESAI]

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines