Farewell Blue

Farewell Blue

  • WpView
    LECTURES 66
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 21, 2024
Yang Sheila tahu hanyalah menjadi penurut untuk mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Ia rela mati-matian belajar hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian keduanya. Namun suatu hari Kakak satu-satunya Sheila meninggal dalam suatu kecelakaan tragis. Kini Sheila harus hidup tanpa satu-satunya keluarga yang paling ia sayang. Kalimat sang Kakak yang selalu terlontar setiap mereka bertemu mulai menghantui Sheila, "Hiduplah sesuai keinginan hatimu." Sheila mulai bertanya-tanya apa yang dia inginkan. Selagi mencari jawaban Sheila bertemu dengan Galen, seorang cowok dengan bakat seni yang harus mengubur dalam-dalam impiannya karena masalah ekonomi. Perlahan Sheila menemukan perspektif baru tentang hidupnya, rahasia-rahasia yang disembunyikan darinya, dan orang-orang yang menyayanginya.
Tous Droits Réservés
#228
innerchild
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Kenangan Bersama Hujan [Tamat]
  • MELLIFLUOUS
  • ARDHANI [ On-going ]
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • FOR A KINDER WORLD
  • ABOUT YOU AND ME (END)
  • FRIENDzone (Completed)
  • Kutukan Tumbal

Amaya, seorang gadis yang tidak percaya dengan orang lain, menikmati kehidupan perkuliahan dengan biasa saja, bahkan cenderung sendirian. Dia tidak memiliki teman dekat meski hanya untuk berbincang sebentar saja. Pada semester lima, Amaya terpaksa mengambil pekerjaan paruh waktu yang ditawarkan oleh dosennya untuk menjadi pembimbing belajar Shankara--teman satu jurusannya yang memiliki kepribadian sangat berbeda dari Amaya. Semua berjalan tidak begitu lancar bagi Amaya. Namun, hal-hal yang tidak diduga semakin sering hadir setelah dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Shankara. Amaya perlahan-lahan mengubah rutinitasnya, yang biasa dia sebut dengan "kehidupan normal tersebut". . "Kamu terlalu baik untuk saya yang masih belum pulih ini." "Karena itu, Amaya, biarkan aku menjadi obat untuk sembuhin luka kamu." . . Happy reading!! Jan lupa follow UwU 😗❤️

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu