Story cover for LIMERENCE  by Mocca_cizo
LIMERENCE
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 11, 2023
"Farel!!!!"

Rameyza Elya,gadis beralis tebal itu menyukai Farel Rajevan,namun Farel menyukai Maya Ayudisha.

"Lo bisa gak,gak usah deket-deket!!?"

"Kalo gue bilang gak bisa?"

"Lo murahan,El"

Banyak hal yang terjadi di antara mereka,kecelakaan yang menimpa Farel yang membuatnya kritis karna kekurangan darah,dan Elya mendonorkan darahnya untuk Farel.

 "El,lo sakit?muka Lo pucet"

"nggak,Ma,gue cuma kecapekan aja,tidur bentar pasti seger lagi kok!Lo tenang aja!"

"Rameyza Elya,lo kakak kelas gue yang paling munafik ternyata"

"Ranaya Adinugraha,maksud lo apa?"

"gue tau lo divonis Elly"

"Lo bisa ngerahasiain ini semua?"

"tergantung sikon"

"gw harap Lo bisa ngerahasiain ini,Na"

WARNING ⚠️

-MOHON MAAF APABILA ADA KESAMAAN JALAN CERITA
-MOHON MAAF JIKA ADA NAMA KARAKTER YANG SAMA KARENA SAYA JUGA MANUSIA!
-JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAA!!
All Rights Reserved
Sign up to add LIMERENCE to your library and receive updates
or
#476farel
Content Guidelines
You may also like
Past | Na Jaemin✅ by MiftaXeimora
23 parts Complete Mature
Follow sebelum baca oke? 🔞 BOYFRIENDS SERIES 01 "Kak Farrell! Kakak dari mana aja sih? Kok baru sampe? Sya sya udah nunggu dari jam 2 loh?" Aditsya dibalik kaca mata cewek itu menatap kesal Farrel yang baru saja tiba. Padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu pukul 2 siang tapi cowok yang merupakan kakak kelas sekaligus pacarnya itu baru tiba sekarang saat matahari sudah mau tenggelam. "Maaf yah Sya. Tadi biasa main dulu sama Bianca dia ngajakin soalnya heh" cowok itu tertawa ringan tanpa sungkan berkata tentang alasan cowok itu yang telat. Aditsya mengulas senyum lebar, mungkin lebih lebar dari biasanya sengaja menutupi sakit yang baru saja cowok disampingnya itu berikan entah dengan sengaja atau tidak. "Kak kalo aku mau main sama kakak..." Farrel menoleh cepat, menatap Aditsya dengan berbinar. "Kakak, gak bakal main sama kak Bianca lagi?" Farrel mengangguk cepat. "Jelas dong Aditsya ku sayang, aku punya kamu kenapa harus main sama Bianca?" Dengan hembusan nafas pelan Aditsya meyakinkan diri untuk percaya pada apa yang Farrel katakan. "Oke" -----*----- "Ahk Ka! Pelahn ahh pelanh Ka!" Tanpa mau menggubris rintihan dari Aditsya. Farrell dengan kasar mendorong ereksinya kedalam lubang surga milik Aditsya yang sekarang berteriak keras saat keperawanannya dirobek kasar oleh Farrell. "Ahh Ka! Pelan pelan Ahh ahh!" "Enak kan Sya? Kamu bakal suka ini uhh" "Ahh kak, sakit pelanh ahh pelan ka!" -----*----- "Sya, Aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin kamu tapi tolong sya. Aku mohon maafin aku... Aku rela sujud dikaki kamu kalo itu yang kamu mau. Tapi aku mohon sya, aku mohon maafin aku" Lagi Farrell memohon entah yang keberapa pada cewek yang sudah dia hancurkan dimasa lalu itu. "Maaf kamu bilang? Aku gak bakal mau maafin kamu sampe kapan pun! Mau kamu sujud di kaki aku bahkan mati demi dapatin maaf dari aku pun kamu gak bakal pernah dapet maaf dari aku!" Aditsya berlalu, meninggalkan Farrell dengan kebisuan cowok itu.
Ada Cinta di Kota Gudeg by titarostiani04
6 parts Complete Mature
Masa orientasi kampus atau perguruan tinggi, merupakan masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Hal ini sangat ditunggu - tunggu bagi anak - anak yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas, termasuk Karina. Hai.. Semuanya perkenalkan nama ku Karina, Karina merupakan anak kolongmerat di daerah Yogyakarta. Konon katanya sih.. Karina memiliki darah keraton keturunan dari mamah dan papahnya. Meskipun Karina memiliki darah Keraton dan anak Kolongmerat di daerah Jawa Tengah, dia terlahir sebagai perempuan yang cantik bak wanita Jawa sesungguhnya, dan sebagai wanita mandiri. Hari ini merupakan hari pertama Karina melakukan masa orientasi kampusnya di Universitas Xxx di Yogyakarta. "Pagi semuanya?" (Sapa Karina pada mamah Farah) Karena memang hanya mamah Farah saja yang berada di ruang tengah. "Pagi anak kesayangan mamah." (Jawab mamah Farah) "Mah Karina berangkat dulu yaa?" "Ishhh.. Ini anak kenapa buru - buru sih? Sarapan dulu lah ndok." "Se se se mah, Karina udah bawa bekal kok di tas, udah tak siapin juga air mineral di tas." "Hmmm, yaudah deh. Tapii ndok, kamu kan sudah besar, sudah memiliki sim, sama bisa mengendarai mobil. Kenapa kamu tidak mencoba bawa mobil aja sih ke kampusnya? Lebih memilih sepeda tua itu." "Ishh... Mamah jangan salah, meskipun sudah tua gini sepeda, dia adalah sahabat terbaik Karina, sepeda ini yang selalu menemani Karina dari sejak bangku SMP sampai saat ini Karina sudah kuliah mah. Sepeda ini masih baik - baik aja kan? Tambah biar sehat juga. Hehee" (Karina mencoba menjelaskannya pada mamah Farah) "Hmmm ia sih ndok, tapi kenapa kamu beli mobil ini kalau ujungnya tidak di pakai atau dipergunakan sayang? Ingat lhooo ini kendaraan bukan pajangan." "Siapp mamah sayang." Muacch Muachh Karina mencium pipi kanan dan kiri mamah Farah. "Ishhh... Ini anak ku selalu paling senang kagetin orang tua ya?" (Teriak mamah Farah) "Aduh... Duh... Ada apa sih rame banget ini masih pagi lho mah." Tiba - tiba papah Romel turun dari tangga dan telah siap dengan...
Amor Eterno  by Sa_ra_da22_620Nakata
5 parts Complete
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
You may also like
Slide 1 of 10
Because I'm Stupid (End) cover
Adelia Story cover
NADIRAEFAL cover
Three Targeted Girls!! cover
Past | Na Jaemin✅ cover
Ada Cinta di Kota Gudeg cover
Rannia√ cover
Beautiful Girl [END] cover
After School [END] cover
Amor Eterno  cover

Because I'm Stupid (End)

49 parts Complete

⚠️YANG PLAGIAT DOSA Bagaimana jadinya jika Caramel mempunyai gebetan yang merupakan kakak kelasnya. Namun, yang mengaguminya justru adik dari gebetannya? Akankah Caramel menetap dengan kebodohannya, atau justru Caramel akan berpaling kepada orang yang selalu menyembuhkan luka di hatinya, adik dari gebetannya? And .... Apa kamu mempercayai cinta tanpa alasan? Kamu tahu dia baik, tetapi kamu tidak ingin terlalu lama ada di dekatnya. Adapun orang lain, kamu tahu ada kekurangan dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, kamu selalu ingin ada di dekatnya. *** "Kak Galtha, Cara suka sama Kakak!" -Dara *** "Jauhin gue, oke? Gue gak suka sama lo." -Galtha "Kalo gue perjuangin lo, boleh gak?" "Gue bukan negara yang harus lo perjuangin sampe merdeka." *** "Cara, lo memperbesar rasa trauma gue.". -Galaxy *** "Kan, lo tau kalo gue sukanya sama abang lo." "Apa gue salah, kalo gue suka sama lo?" "Gue cuma gak mau nyakitin lo." "Abang gue nyakitin lo, gue yang sembuhin luka lo. Tapi lo pulangnya gak ke gue, lo pulang ke abang gue. Tanpa lo sadari, lo itu udah nyakitin gue." "Gue yang bantu lo berdiri, tapi dia yang lo ajak lari." -Galaxy *** "Gak capek jadi bego terus?" -Galaxy