I Love My Brother

I Love My Brother

  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 13, 2015
Ini hasil dari imajinasi sendiri jadi no copas;)maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan:D Dibalik suasana pagi hari seorang  perempuan yang sedang bermain layaknya seorang gadis kecil "kakak!"ujar  perempuan tersebut dan dia memanggilnya beberapa kali "kakak!kau dimana?"   "kakak disini sophie"jawab seorang pria sambil terkikih  "kakak dimana??hiks..."ujar gadis tersebut sambil menitikan air mata "dibelakang kamu hahaha"ujar pria tersebut sambil tertawa "ish..kau ini bikin aku panik saja"ujar gadis itu dengan ketus sambil mengelap air matanya "maafkan aku adikku yang paling manis sejagat raya"ujar pria tersebut dengan tertawa jahilnya "terserah kau saja!"jawab gadis itu dengan ketus  "maaf lah adikku nanti aku belikan balon deh"bisik pria itu sambil lari mengejeknya  "kau inii!!"ujar gadis sambil lari mengejar pria tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Arsyilazka
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • HUG WITH BTS
  • KIARA [END]
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • AMBIGU
  • Nikah Muda
  • Air Dan Api

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines