Syllable Symphony

Syllable Symphony

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
"Kenalin gue Mezia Zahra, panggil aja meza," Jawab gue sambil ngulurin tangan. Awalnya dia kayak ngerutin dahi denger itu. Mungkin karena nama panggilan gue. Fyi, Meza itu diambil dari suku pertama dan kedua nama gue. Biasanya orang-orang pasti nanya kenapa nama lo Meza kenapa nggak Mezi? Nama lo diambil dari mana? Tapi dia cuma natap gue bingung doang. "Gue Binar Anindira, dipanggil Bian, " Yang paling gue sakit hati banget kenapa dia nggak bales jabatan gue. Dan dia malah siap-siap buat pergi lagi. Pengen banget gue teriak di telinganya. YAUDAH LU PERGI AJA! OGAH GUE KENALAN AMA ORANG KEK LU!!. Tapi gue sadar satu hal, dia bilang panggilan dia siapa tadi? Bian? Binar Anindira? Bian? Wahhh kita punya persamaan!! Kesel gue langsung hilang gitu aja dan gue malah teriak nggak jelas. "WAHH KITA SAMA!" Ucap gue sambil mukul-mukul tangan dia. Gue nggak sadar gue malah nahan tangan dia buat gas motornya. Dan dari situlah kita mulai deket. Setelah kenal dia, ternyata banyak banget persamaan antara kita. Bahkan bisa dibilang kita se frekwensi.
All Rights Reserved
#278
bian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • MAUREN (On Going)
  • AKSAFA (End)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Untung Sayang
  • Jenar (Gay)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • ALEAGAS [END]
  • East sky first love
  • Langit Yang Merenggut Cinta

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines