Menatap Cinta Untuk Menetap Rasa

Menatap Cinta Untuk Menetap Rasa

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 5, 2024
"Tiga tahun aku telah menjadi seorang istri, tapi aku tidak tahu apapun perihal pernikahan ini. Pernikahan tidak sebecanda itu kak! kenapa kakak lakukan ini kepada aku?" "Tidak ada satupun niat buruk menikahi mu dengan diam-diam, aku hanya tidak mau mengganggu waktu belajar mu, aku pun tidak mau menunggu kelulusan sarjana mu untuk menghalalkan status ini. Kita telah bersama dari 3 tahun yang lalu, aku sudah menjagamu walau dari jarak tidak sedekat nadi. Aku Muhammad Hanan Ghazali adalah suami mu Syaqilla Haura Azzahra." Mari menyelami kisah uwu mereka.
All Rights Reserved
#64
romansaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGRA (Diam-diam menikah denganmu)
  • Hanya Kepada-Mu
  • GHAZI ELZIO [REVISI]
  • Pernikahan Rahasia [End] [REVISI]
  • Sang Pelindung Hati
  • match with a lecturer?! || On Going
  • kisah cinta Arna [arshaq & nazia]
  • My Teacher Is My Husband
  • Temani Jalanku Menuju Jannah-Nya
  • Kenapa Harus Menikah?

Setiap orang pasti akan menikah diwaktu yang mereka rasa sudah tepat dan dengan pasangan yang mereka cintai. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Ayra Humaira El-Shanum. Anak perempuan satu-satunya dari keluarga El. Ayra harus menikah diusia yang masih begitu muda, bahkna masih duduk dibangku SMA. Parahnya lagi, Ayra tidak mengetahui siapa suaminya. "Saya benar-benar telah jatuh pada semua yang ada pada diri putri Ustadz. Saya tidak mau berdosa dan menjatuhkan kehormatannya hanya karena mata saya. Yang pasti, saya ingin menjaganya karena saya mencintainya. Maka... tolong izinkan saya untuk menghalalkan putri Ustadz dengan menikahinya sekarang." Tegas seorang pemuda dengan sorot mata penuh kesungguhan. "Saya terima niat baik kamu, sebenarnya..." Eak, ea, eak! Bagaimana kelanjutan ceritanya? Mari kita buat bersama! Bismillah... Happy reading!

More details
WpActionLinkContent Guidelines