My Husband's Obsession

My Husband's Obsession

  • WpView
    OKUNANLAR 33
  • WpVote
    Oylar 4
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadYetişkinTamamlanmış Hikaye Paz, Nis 23, 2023
Ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta pertama pasti tidak akan berhasil. Awalnya Thalia tidak mempercayai pepatah itu, karenanya, dia memperjuangkan segalanya untuk bisa bersama dengan cinta pertamanya. Bahkan meskipun harus melakukan pernikahan tanpa cinta yang hanya berbasis pada kepentingan perusahaan pria itu, Thalia tidak masalah. Namun, semua keyakinan itu perlahan runtuh setelah satu tahun lamanya menjalani pernikahan, dan tetap tidak ada yang berubah. Thalia tetap memperjuangkan pernikahannya sendirian, tetap mencintai sendiri, dan hanya terus terluka karena setiap sikap Rakka padanya. Pada akhirnya, Thalia pun menyerah. Di saat Thalia sudah begitu lelah dan ingin berhenti, ganti Rakka yang tidak ingin melepaskannya. Rakka akhirnya bertindak untuk menahannya, menunjukkan tidak hanya cinta yang diinginkan Thalia, tapi juga sebuah obsesi yang bahkan tidak pernah Thalia bayangkan sebelumnya. "Kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, selain pergi dariku." Pria itu berkata dengan penuh obsesi, menatapnya lekat mengungkung bara yang tidak pernah Thalia tahu apa maknanya. "Kamu tanya apa aku mencintaimu? Tidak. Karena kata cinta saja tidak akan bisa menggambarkan perasaan obsesifku ini, Lia."
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Don't call it love!
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Shadows of Love
  • Call It What You Want (END)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Hati Sinta
  • Imperfection
  • METANOIA
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi