The One He Never Let Go

The One He Never Let Go

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
Aku bertemu dengannya di malam hujan, ketika kota sudah mati, dan hanya suara rintik dan lampu jalan yang masih hidup. Dia berdiri di depan rumah sakit tua, matanya tajam tapi penuh luka. Rambutnya basah kuyup, tapi dia diam. Seperti patung. Seperti orang yang udah nunggu terlalu lama buat seseorang yang gak pernah datang. "Apa kamu tersesat?" tanyaku waktu itu. Dia gak jawab. Tapi matanya seperti berteriak, "Jangan pergi." Lelaki itu-entah bagaimana-tahu semua tentangku. Tentang luka masa kecilku. Tentang hal-hal kecil yang ku suka. Tentang hobiku, makanan dan minuman favoritku. "Kenapa kamu tahu semua itu?" "Aku memperhatikanmu. Dari jauh. Karena cuma kamu yang gak pernah bohong di dunia ini." Aku Lelah menjadi kuat sendirian. Lelah merasa gak ada yang peduli sampai seseorang ini datang... dan bilang dia akan melindungi aku, bahkan kalau dunia akan hancur sekalipun. - tokoh dan foto dari pinterest penasaran kuy baca jangan lupa vote dan komen ya💖 enjoy guys.🌸
All Rights Reserved
#617
al
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐵𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑇𝑜 𝑌𝑜𝑢
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Be with you
  • You Are My Obsession Baby {End}
  • psychologycal
  • Elio's Obsession [END]
  • Gadis Ku
  • Full Of Scratches
  • kiara's dream
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]

Hai guys ini cerita kedua aku tentang tranmigrasi 🤗 jangan lupa follow yah biar gak ketinggalan --- Hidup di dunia yang bukan miliknya adalah hal terakhir yang dia bayangkan. Awalnya, semuanya terasa seperti mimpi-sekolah baru, teman baru, dan kehidupan yang seharusnya berjalan biasa saja. Tapi ada sesuatu yang tidak beres. Ingatan yang tidak sepenuhnya miliknya, perasaan aneh yang sulit dijelaskan, dan nama yang terasa asing saat diucapkan orang lain. Lalu ada dia. Seseorang yang tidak seharusnya memperhatikan, tapi selalu ada. Tatapannya menusuk, seolah bisa melihat lebih dalam dari yang seharusnya. Senyum yang jarang muncul, tapi terasa berbahaya saat ditujukan padanya. Perhatiannya terlalu intens, seperti seseorang yang tidak akan membiarkan apa pun lepas dari genggamannya. Semakin dia mencari jawaban, semakin kusut benang yang mengikatnya. Dunia ini terasa nyata-terlalu nyata. Tapi satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah dia benar-benar hidup... atau hanya karakter dalam cerita yang bukan miliknya? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines