DIA SELATAN

DIA SELATAN

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 24, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
"kenyataan memang menyakitkan, sebuah takdir yang sudah di tentukan dan tidak bisa di rubah kembali, sulit untuk menerimanya dan harus mengikhlaskannya" Ini cerita tentang si wakil ketua geng yang mencintai seorang cewe cantik. Tapi sayangnya cewe yang ia cintai adalah kekasih sahabatnya. _ _ _ _ "Gue suka sama lo Naura" Menatap lekat mata Selatan. "Maaf Atan gue udah punya Naufal, lagi pula gue hanya menganggap lo sebagai seorang sahabat" ucapnya dengan berat hati. Tersenyum miris ketika mendengar perkataan Naura. "Gak papa, asalkan lo harus bahagia selalu ya Nana nya gue" melenggang dari hadapan Naura. Hatinya merasa terbesit. Mengingat akan perkataan Naura, apakah ia harus berjuang? Atau harus mengikhlaskan. Miris sekali hidupnya, di saat dia kehilangan keluarganya ia juga harus mengikhlaskan cewe kesayangan nya. "Nana seorang cewe cantik yang berhasil memikat hati seorang kulkas seribu pintu, tapi naasnya aku harus mengikhlaskannya, sungguh menyakitkan tetapi ini adalah sebuah kenyataan" -Sagara Bintang Selatan Lalu bagaimana kisahnya berlanjut? Apakah akan berakhir bersama-sama atau berakhir untuk mengikhlaskan? _ _ _ _ TERDAPAT BEBERAPA KATA-KATA KASAR. AMBIL BAIKNYA DAN BUANG BURUKNYA! PLAGIAT? JAUH-JAUH DEH. CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI, JIKA ADA KESAMAAN JENIS ATAU APAPUN ITU SEMUANYA MURNI TIDAK ADA KETERSENGAJAAN. JADILAH READER YANG BIJAK!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • NADIRAEFAL
  • AILAH(END)✅
  • DANADYAKSA
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • With You 나는 행복��하다
  • Arsyilazka
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan