Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
EMBUN
  • WpView
    Reads 76,741
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
Mentari masih malu-malu memunculkan dirinya. Burung pagi menyambut kedatangan sang mentari dengan siulannya. Embun pagi meninggalkan jejak diantara dedaunan yang ada di muka bumi. Aromanya menguar ciri khas sekali. Udara masih bersih belum terpapar polusi. Tepat saat embun pagi itu masih menggantung di antara dedaunan, dua insan di pertemukan oleh takdir yang tak di sengaja. Di depan sebuah masjid selepas memuji serta menengadahkan tangannya pada sang pencipta untuk di berikan kemudahan menjalani kehidupan. Tanpa tersadar dari sanalah semua takdir berubah. Pertemuan pertama di depan masjid itu membawa mereka kesuatu cerita baru yang tak pernah terlintas dalam fikiran keduanya. Inilah kisahnya. Kisah yang terjadi di waktu dhuha saat embun pagi masih menguarkan aromanya. "Kamu itu anugerah yang Allah kasih pada saya lewat waktu dhuha saat udara bumi belum terpapar polusi dan embun-embun masih menemani suasana pagi hari."
All Rights Reserved
#60
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • I love you, Mas Duda
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Ijbar [Selesai]
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • AZALEA
  • Penghujung Takdir (selesai)
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines