EMBUN {END}

EMBUN {END}

  • WpView
    Reads 76,653
  • WpVote
    Votes 223
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Mentari masih malu-malu memunculkan dirinya. Burung pagi menyambut kedatangan sang mentari dengan siulannya. Embun pagi meninggalkan jejak diantara dedaunan yang ada di muka bumi. Aromanya menguar ciri khas sekali. Udara masih bersih belum terpapar polusi. Tepat saat embun pagi itu masih menggantung di antara dedaunan, dua insan di pertemukan oleh takdir yang tak di sengaja. Di depan sebuah masjid selepas memuji serta menengadahkan tangannya pada sang pencipta untuk di berikan kemudahan menjalani kehidupan. Tanpa tersadar dari sanalah semua takdir berubah. Pertemuan pertama di depan masjid itu membawa mereka kesuatu cerita baru yang tak pernah terlintas dalam fikiran keduanya. Inilah kisahnya. Kisah yang terjadi di waktu dhuha saat embun pagi masih menguarkan aromanya. "Kamu itu anugerah yang Allah kasih pada saya lewat waktu dhuha saat udara bumi belum terpapar polusi dan embun-embun masih menemani suasana pagi hari."
All Rights Reserved
#814
khitbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah (By Auzizahirah)
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Antara Cinta dan Takdir (On Going)
  • Di bawah Langit Pesantren
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Redupnya Sinar Mentari
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci

"Aku kehilangan semuanya dalam satu malam, tanpa memberikanku sedikit waktu untuk berpamitan." Ayesha, gadis yang baru saja tersadar dari koma setelah dua tahun terbaring bak putri dalam dongeng di brangkar rumah sakit. Belum usai dengan luka ditinggal cinta pertamanya, Ayesha kehilangan sang bunda yang selalu menjadi rumah, saat tersadar dari mimpinya ia juga harus menerima kenyataan bahwa sang kakak yang selalu menjadi perisainya juga pergi untuk selama lamanya. "Pada dasarnya malam itu gelap tanpa kehadiran rembulan. Dan hidupku seperti langit saat ini yang kehilangan rembulan. Aku akan Kembali mencari rembulanku." ~Ayesha Kynaaz Syahida Adiputra~ "Kamu tau? Rembulan tidak bisa bersinar tanpa matahari. Sejauh apapun kamu mencari bulan tetap tidak dapat ditemukan, karna bulan itu adalah kamu. Yang membutuhkan cahaya mentari untuk kembali bersinar menerangi langit malam." ~Muhammad Ilham Al-Kahfi~ "Rembulan tidak pernah hilang dari langit. dia hanya bersembunyi di tengah gelapnya malam." Tanpa gadis itu sadari, bahwa takdir menuntunnya pada sebuah misteri yang selama ini keluarganya sembunyikan darinya. Misteri dibalik kepemilikan mata biru yang melekat padanya. Bukan tanpa alasan, tapi demi mencari aman. __________________ Bismillahirahmanirrahim... Ini cerita karangan saya dan hasil pemikiran sendiri. Kalau ada kesamaan Tokoh atau alur, mohon dimaafkan. Sekedar melanjutkan hobi yang sempat tertunda, hehe selamat membaca, terimakasih...

More details
WpActionLinkContent Guidelines