ALAN

ALAN

  • WpView
    Dibaca 17
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 10, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sebelum baca difollow akunnya ya guys🙌 jangan lupa divote kalu udah selesai baca!! *** "Tuhan, ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang-orang lain mengartikannya. Karena kata orang, dia adalah sumber segala-galanya." Ini tentang Alan Stefanus Maurelino, salah satu laki-laki yang disegani di SMA Cakrawala. Ketua geng besar di wilayahnya-Aodra. Laki-laki yang memilki watak keras kepala, tidak suka diatur apalagi diusik, ia salah satu laki-laki yang sadis apabila seseorang berani mengusik hidupnya maka, habislah mereka ditangan seorang Alan Stefanus Maurelino, dan mereka yang berani mengusik hidupnya tidak akan mendapat ketenangan selama-lamanya. *** WARNING⚠️⚠️ Cerita ini mengandung *Emosi *Bahagia *Sedih *Kecewa Kalian akan meraskan hal diatas dalam satu waktu!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#751
sadness
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • INTO IT
  • BRIAN [SUDAH TERBIT] ✔
  • Another Aluna
  • Bara Sebastian [END]
  • Auralaska (On Going)
  • Alden || Identitas Yang Tersembunyi (Tamat)
  • ALAKSA {END}
  • For My Devan
  • I'm Not A Villainess
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan