Maaf Aku Menyerah

Maaf Aku Menyerah

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 17, 2023
Darah mengalir di pergelangan tanganku. Panas, perih menjadi satu tapi seperti tak terasa pada hatiku. kepalaku berputar lebih cepat dari biasanya, mataku hanya dapat memejam lamat karena saking pusingnya. Kalimat menyakitkan dari mereka membuat diri ini semakin menggila rasanya. "Bisakah kau waras sedikit? Kau mau menghancurkan hidupmu seperti itu?" batinku mengamuk Haruskah aku membunuh mereka satu persatu? Atau membunuh diriku sendiri sambil membawa nama orang-orang yang menyakitiku? -Inara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Rose
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Junior (Ended)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Miracle of Survival [END]
  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)

"Nanti siang Sarah datang. Dia ingin bermain bersama kakaknya." La Lembah memandang pesan singkat di layar ponselnya. Seperti ada yang menaburkan bubuk cabai di kelopak matanya, tetapi air matanya sudah terlanjur kering sejak lama. "Saya anak tunggal." Ketik Lembah. "Jangan egois. Dia adik kamu." Tawanya terdengar, tetapi bukan tawa bahagia seperti yang diharapkan semua orang. Tawa menyakitkan yang syarat akan kesakitan. "Dia anak papa, bukan adik saya." "Berkali-kali saya ingatkan, La Lembah adalah anak tunggal. Tidak punya saudara, termasuk adik dan juga kakak." "Dia anak papa, berarti juga adik kamu." "Dia memang anak papa, tapi bukan adik saya." "Bahkan jika bisa, saya ingin berhenti menjadi anak Anda." Matanya perih, tetapi tak ada satu tetes pun yang ke luar dari sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines