Kedai Yang Bisa Menghapus Ingatan Buruk

Kedai Yang Bisa Menghapus Ingatan Buruk

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 14, 2023
WpInfo
Ficción
Fantasía
Seandainya kenangan buruk bisa dilupakan dengan cepat, maka mungkin kehidupan akan menjadi lebih baik bagi orang-orang. Hingga kemudian, sebuah kedai yang mempunyai nama aneh mengemparkan media sosial. Nama kedai itu adalah 'Kedai Yang Bisa Menghapus Ingatan Buruk', banyak orang yang tertarik dengan kedai tersebut dari orang biasa hingga para selebriti. Seminggu setelah mempunyai banyak pengunjung, kedai itu memiliki bintang yang sangat rendah karena rasa masakkan yang aneh, semua orang akhirnya mulai melupakan kedai tersebut, tapi bagi orang yang berputus asa, kedai itu boleh jadi benar-benar bisa menghapus ingatan buruk.
Todos los derechos reservados
#50
ingatan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • Anak DESA ✔
  • Kaca yang retak
  • Long Distance Relationship(LDR)!
  • THE LUMINOSITY SAGA: AURORA
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • RAESHA (Revisi)
  • Reinkarnasi Bayi: Sistem Imut
  • Aurelia Maeva Sinclair

Aurelia, seorang penulis muda yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun, membawa serta luka yang belum sembuh dari kehilangan saudaranya, Ayra. Kembali ke rumah berarti menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari: hubungan yang memburuk dengan ibunya, kenangan akan saudaranya yang tenggelam dalam danau yang kini menjadi tempat wisata, dan Nadir-sahabat masa kecil yang kini menjadi seniman lukis pendiam yang tinggal di rumah kaca tua di tepi hutan. Sementara itu, Nadir menyimpan rahasia yang telah membebani hatinya selama bertahun-tahun. Ia adalah satu-satunya orang yang bersama Ayra saat tragedi itu terjadi. Namun, sesuatu tentang hari itu tidak pernah ia ceritakan, bahkan kepada dirinya sendiri. Ketika Aurelia dan Nadir dipertemukan kembali lewat proyek restorasi perpustakaan tua-tempat kenangan masa kecil mereka tertinggal-mereka mulai mengurai kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Dalam keheningan percakapan mereka, dalam jeda, dalam napas yang tertahan, ada kisah yang selama ini tersembunyi. Dengan narasi yang puitis dan atmosfer yang melankolis, novel ini menggali tema kehilangan, komunikasi yang retak, dan upaya menemukan makna dalam ruang kosong antar kata-kata. The Spaces Between Our Words bukan hanya tentang yang dikatakan, tetapi tentang yang tidak pernah bisa diucapkan-dan bagaimana keheningan bisa menyembuhkan, menyatukan, atau justru memisahkan selamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido