Melarikan diri, menyendiri, tidak berkonflik adalah tunjuan utamaku menginjakkan kaki di kota kecil ini. Lelah dengan kerumitan keluarga, kerumitan cinta pertama membawaku lari Dan berharap dapat membangun tembok besarku sendiri, untuk membentengiku dari masalah dalam bentuk apapun. Dan benar lingkungan kota ini membuatku nyaman tenang, sampai mataku beradu pandang dengan bola mata coklat tua miliknya... milik pria berkulit pucat yang ditangganya memegang segenggam duri untukku dan membuatku hanyut dalam pusaran kekacauan yang rumit... menjadi orang ketiga...
More details