Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2024
Ini 'jemariku' yang tidak bisa berhenti berbicara diatas ketikan-ketikan tombol persegi yang membuat sebuah kata perkata menjadi kalimat yang bermakna. Mungkin? Tidak, ini sebagian hidupku. Sebagian ceritaku, sebagian kisahku, yang pernah aku alami selama kehidupanku berlangsung. Selamat menikmati. | Hanya bersifat fiksi dan karangan semata | Tulisan diketik diambil dari sedikit pengalaman dan sisanya dari beberapa cerita-cerita yang membuat penulis terinspirasi untuk menuangkannya ke dalam ketikan ini | (Diharapkan untuk tidak terlalu mengambil hati ketika membaca dan disarankan untuk tidak men-judge penulis atas karya tulisan yang dicantumkan kedalam cerita ini) Tidak untuk di "Copy Paste" karena ini murni milik karya penulis. 「Terimakasih atas kerja samanya, salam hangat ; tertanda "Jingga"」
All Rights Reserved
#754
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • RAKATA 'Yang Tak Pernah Bernama' | HARQEEL [ON GOING]
  • Tenang bertemu Riuh
  • [Complete] Fate in Chains
  • harapan yang pupus
  • ALWAYS US (END)
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • HARQEEL

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines