Manusia
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
Bagaimna tidak kesal kita hidup di dunia di ciptakan untuk istirahat setelah bekerja karena tubuh tidak selalu bisa di gunakan dengan terus menerus. Manusia juga butuh nama nya tidur dan juga me time istilah anak sekarang namun karna memilki orang tua yang salah tidak ada kata istirahat setelah beranjak dewasa. Ups... Seperti nya salah sejak kecil sudah jadi budak Mengingat kata manusia aku menyesal telah hadir di keluarga seperti ini. Ibu yang selalu bertengkar dengan ayah. Ayah yang selalu main pukul. Dan juga ibu yang tidak menjalankan semua pekerjaan rumah tangga karena dia merasa flaying victim. Merasa yang selalu tersakiti Kadang terlalu kesalnya aku merasa hidup di tengah keluarga yang sebenarnya sudah hancur tampa bisa di topang lagi dengan tiang yang kokoh. Ayah sendiri lah yang menghancurkan tiang tersebut. Ayah juga yang merusakkan semua kepercayaan yang ada sejak dulu aku pun tak suka berada di tengah keluarga yang aku sendiri tidak pernah di perhatikan dan di hargai. silahkan mampir mana tau kita punya nasib yang sama berada di tengah keluarga yang baik namun perlahan menyayat hati dan pikiran hingga kita tenggelam dalam lautan kesedihan dan kemarahan.
All Rights Reserved
#214
freedom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Merindukan senja
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • ON REMEMBERING
  • I'm okay (END)
  • Senja yang mendung
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines