Dibalik semarak kemerdekaan

Dibalik semarak kemerdekaan

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 30, 2023
WpInfo
Fiction
Historical
Warning Kisah ini hanyalah fiksi Sebagian menyangkut kejadian sejarah dimasa lalu namun sebagian juga merupakan karangan penulis. Terimakasih kebijakan nya dalam membaca. Menjadi orang yang luar biasa itu artinya kamu harus siap kesepian karena butuh banyak pengorbanan untuk hal itu. Mungkin Jika kita dapat kembali mengulang waktu. Aku hanya ingin menjadi orang biasa yang bisa mengobrol dan berdebat lagi dengan kalian tentang banyak hal. Lantas siapa yang akan memproklamasikan kemerdekaan.
All Rights Reserved
#972
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Posesif (Another Me)
  • Revolusi sains di dunia sihir
  • Sincere Is Hard Being Patient Endlessy
  • I'm not a perfect person " END"
  • Self Injury's(complete)✔
  •  Ilusi Kebebasan
  • PRINCESS DERAI ADVENTURE [SUDAH TERBIT]

Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines