Diamnya Si Biru

Diamnya Si Biru

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 16, 2023
Diamnya Si Biru menceritakan tentang keluarga Seorang Dokter yang memiliki tiga orang anak , di cerita ini Berfokus dengan anak bungsu dokter Rama Adira . Tiara Adira atau kerap di sapa Arra Gadis berusia 20 tahun merupakan anak bungsu dari keluarga Dokter Rama Adira , gadis penyuka warna biru Terkenal dengan celotehan khas dan kejailan nya. Seiring berjalan nya waktu celotehan dan kejahilan nya seketika berubah, dengan sikap dingin dan pendiam . Memilih memendam semuanya seorang diri dan hanya berbagi piluh ke sebuah benda mati berwana biru , yah sejak peristiwa itu Arra lebih senang menghabiskan waktu Bersama buku diari nya disanalah semua kisah dan perasaanya tertulis. Beruntung dengan keadaanya yang sekarang Arra masih memiliki keluarga dan para sahabat ,yang menjadi Sosok penyemangat untuk Arra cerita ini mengajarkan bagaimana seharusnya manusia bersikap untuk terus melangkah, menghargai persahabatan, menghargai cinta keluarga dan yang terpenting, bagaimana manusia seharusnya memiliki keikhlasan. Karena kodrat manusia hanya menjalankan roda kehidupan nya , yang mengontrol dan menghidupkan mesin adalah hak yang Maha Pemberi Rahmat .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Dokter Muda Genius
  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • PELITA DI UJUNG SENJA
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Rezalio world

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines