Kin & Melo

Kin & Melo

  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 20, 2025
Dia Kingara, panggil saja Kin. Anak dari fakultas pendidikan sejarah yang selalu bertanya-tanya di mana kedua orangtuanya. Memiliki kedua orang tua yang punya bakat sama. Perjodohan Kin terima karena permintaan terakhir sang kakek. Walaupun pada awalnya sangat canggung dan sama-sama gengsi, tapi Kin berharap bisa menjalankan rumah tangganya selayaknya diluar sana. Tanpa Kin sadari, ternyata gadis yang ia nikahi itu punya masa lalu mendalam dengan hutan dekat kampus yang terdapat garis kepolisian. Sahabat Melody menghilang di dalam hutan tersebut, dan kasus gadis yang menghilang itu telah dihentikan oleh pihak kepolisian dan hanya mendapatkan almamater berlogo universitas dengan banyak bercak darah serta goresan tanah saat masa pencarian. Lalu, ada banyak kejanggalan di hutan itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petualangan Penyihir Jalanan : Benzaiten x Masked Man
  • Xless Marriage
  • Paint of Love (Lukisan Cinta)
  • Cinta Sebening Embun
  • I'M NOT THAT BAD
  • Teman Kos Dari Neraka [TAMAT]
  • Analog Melankolis
  • Closer Distance

Zen tidak tahu siapa, dimana, atau apakah dia punya keluarga kandung atau tidak. Karena sejak awal Zen besar di jalanan dengan orang-orang baik yang mau merawatnya meski tidak punya hubungan darah. Meski penasaran dan bertanya-tanya, dia tetap bisa hidup bahagia dan berkecukupan sebagai penyihir jalanan pemburu hadiah. Suatu hari seseorang bertopeng burung yang aneh memberitahu Zen informasi kecil yang mengarah ke apa yang dia cari. Maka kemudian Zen mengikuti instingnya untuk menemukan kejelasan tentang hal rasa ingin tahunya. Zen siap melakukan apapun. Bahkan jika sahabatnya mengatakan idenya gila, atau mungkin bersepakat dengan iblis, atau pun dia diharuskan memakai topeng dan memainkan sandiwara. Apapun yang dibutuhkan, terserahlah. Tekadnya sudah bulat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines