Mantra Cinta (Revisi)

Mantra Cinta (Revisi)

  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 16, 2026
"Janji?" nada suara Raka tiba-tiba berubah serius, "Lo nggak bakal bilang ke siapa-siapa." lanjutnya. Nara menghela napas pendek. "Wah..." ia menatap Raka sekilas, "Emang lo lagi jampi-jampi siapa?" lanjutnya. Raka terdiam. Sejak kejadian itu, pertemuan Nara dan Raka tak pernah lepas dari ribut receh dan saling sindir. Raka menyebalkan, penuh rahasia, dan terlalu sering muncul tanpa diminta. Di tengah ego dan emosi yang saling bertabrakan, muncul satu pertanyaan sederhana, akankah hubungan mereka selamanya berhenti di kata benci? ⚠️ DISCLAIMER ⚠️ Seluruh isi cerita ini merupakan imajinasi penulis dan mengandung kata-kata kasar. [Ditulis sejak 2019]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • See You After Midnight [END]
  • RAMA: DANGEROUS BOY
  • Bayang Keabadian ✔
  • FATED [COMPLETED]
  • HURU-HARA HATI ✓
  • NESSIE (18+) [END]
  • Rekal Rara [END]
  • Miss You, Lokatara!
  • Sorry, I'm not romantic
  • Cloudy Sky

[Reading List @RomansaIndonesia Oktober 2023 - Cerita Bangku Kampus] Hanya butuh waktu singkat bagi Linka Drisana untuk jatuh cinta pada Aldio Zefran Waranggana, seorang kakak tingkat dengan sejuta pesona. Bukan soal fisik belaka, melainkan diikuti pula oleh banyak hal-hal sederhana yang tak bisa Linka hiraukan begitu saja. Namun, sadar bahwa mereka "berbeda", yang dapat Linka perbuat hanyalah bersikap layaknya seorang pengagum rahasia. Setidaknya sampai Linka menginjak semester empat, di mana ia menyadari bagaimana semesta dan rencana tak terduganya mulai bermain peran. Diawali bertambahnya status Zefran sebagai sesama penghuni dalam naungan satu atap bangunan, hingga hari demi hari kisah di antara mereka terajut kian rapi selayaknya bayangan dalam angan. Semua terasa seperti mimpi hingga membuat Linka tak dapat mudah percaya, sampai keyakinan berhasil ia peroleh karena Zefran yang terus berupaya. Kendati demikian, pada akhirnya Linka tetap dihadapkan oleh fakta bahwa segala hal dalam hidup tidak melulu berjalan sesuai keinginan, serta bahagia yang sempat Linka rasakan boleh jadi memang hanya bersifat sementara. Dan, terkait dengan hal tersebut maka jalan terakhir yang dapat ditempuh hanya antara dua opsi: merelakan atau memperjuangkan? --- © January 2023 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines