Mantra Cinta (Revisi)

Mantra Cinta (Revisi)

  • WpView
    Reads 587
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 16, 2026
"Janji?" nada suara Raka tiba-tiba berubah serius, "Lo nggak bakal bilang ke siapa-siapa." lanjutnya. Nara menghela napas pendek. "Wah..." ia menatap Raka sekilas, "Emang lo lagi jampi-jampi siapa?" lanjutnya. Raka terdiam. Sejak kejadian itu, pertemuan Nara dan Raka tak pernah lepas dari ribut receh dan saling sindir. Raka menyebalkan, penuh rahasia, dan terlalu sering muncul tanpa diminta. Di tengah ego dan emosi yang saling bertabrakan, muncul satu pertanyaan sederhana, akankah hubungan mereka selamanya berhenti di kata benci? ⚠️ DISCLAIMER ⚠️ Seluruh isi cerita ini merupakan imajinasi penulis dan mengandung kata-kata kasar. [Ditulis sejak 2019]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miss You, Lokatara!
  • Detik Dan Detaknya
  • Sorry, I'm not romantic
  • On The Way To You
  • Rekal Rara [END]
  • Stolen Sweetheart
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Nathalla [Selesai]
  • My Crush [ END ]

Jangan salfok sama covernya please, covernya masih proses soalnya!! ˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼 ^᪲᪲᪲BLURB^᪲᪲᪲ Ini bukalah kisah tentang Romeo dan Juliet Bukan pula cerita Radha maupun Krishna Ini hanya cerita sepasang insan yang berpikir dunia akan selalu memihak mereka. Bagaimana jika gadis di bawah umur menyukai seorang yang mempunyai usia diatasnya? Apakah kisah mereka akan berlanjut ke jenjang yang lebih seurius atau sebaliknya? Ini kisah tentang Pitaloka yang menyukai partner mainnya, Laki laki dengan kata kata manis yang menghanyutkan dan perhatian yang memabukkan hati. Apa laki laki itu mempunyai perasaan yang sama pada Pitaloka? Atau justru sebaliknya yang akan membuat mereka menjadi asing kembali? ᯓ★ᯓ★ᯓ★ᯓ★ᯓ★ "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" heran Pitaloka melihat tubuh jangkung di depannya. Sang pemilik tubuh membalikkan badan dan menilai Pitaloka dari atas ke bawah, tidak sopan. "Sepertinya anda melupakan saya ya, manis?" senyuman penuh arti dilayangkan pria itu. ˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼˖°𓇼 PERINGATAN!! AWAS BAPER!! 100% pemikiran pribadi Copy? Tuhan ga tidur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines