غلاف قصة The Red Bonds بقلم Elliseeyou
The Red Bonds
  • WpView
    مقروء 64
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    فصول 6
  • WpView
    مقروء 64
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    فصول 6
مستمرّة، تم نشرها في أبريل ١٦, ٢٠٢٣
Bila kau dikeluarkan dari lapangan karena hal tersebut dan tidak dapat bermain lagi, kami akan memilih untuk perlahan menyingkir dari posisi. Membiarkan pelatih berteriak, bola menerobos mencetak angka, dan tim lawan bergembira. Kami hanya akan berjalan kepadamu, bagaimana pun reaksi yang akan kami terima.

Karena bila kau tidak ikut bermain, apa gunanya?
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف The Red Bonds إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#31mystery-thriller
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Tumbal Mata بقلم Foerza17
23 أجزاء مكتمِلة للبالغين
Aku selamat dari kecelakaan itu-atau setidaknya, begitulah yang kupikirkan. Bertahan hidup ternyata bukan akhir dari penderitaan, melainkan pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Tersesat di hutan lebat yang seolah tak memiliki ujung, aku segera menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah binatang buas. Di tengah kegelapan, berdirilah sebuah desa terpencil bernama Soca, dihuni oleh penduduk dengan tatapan kosong dan perilaku yang membuat darahku membeku. Mereka menderita penyakit aneh: penglihatan mereka telah hilang, bukan secara fisik, tetapi seolah direnggut oleh sesuatu yang lebih dalam. Penduduk Soca hidup dalam pencarian obsesif terhadap apa yang mereka sebut sebagai "Cahaya." Sebuah keyakinan bahwa hanya dengan menemukan Cahaya itu, mereka dapat kembali "melihat"-mengakhiri kegelapan yang menyelimuti tubuh dan pikiran mereka. Pencarian itu tak mengenal batas moral, tak mengenal rasa kasihan. Ketika mereka akhirnya bertemu dengan kami-para penumpang yang selamat dari kecelakaan-segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Dua keinginan bertabrakan: penduduk desa yang terjerat penderitaan ingin merebut kembali Cahaya mereka, sementara kami hanya ingin pulang. Kembali ke keluarga. Bukan menjadi bagian dari ritual gelap desa Soca. Di antara hutan, trauma, dan tatapan mereka yang tak bisa melihat namun selalu tahu ke mana harus memandang, satu pertanyaan terus menghantuiku: Siapa sebenarnya yang tersesat-kami, atau mereka?
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI بقلم danidamanik911
14 أجزاء مستمرّة
Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?