30 Days

30 Days

  • WpView
    LECTURAS 1,909
  • WpVote
    Votos 134
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 30, 2025
Usaha Ellia yang berniat menghapus benih-benih cinta pada sahabatnya kembali gagal total ketika ia diputuskan oleh pacar terbarunya. Desakan orang tua yang akan menjodohkannya dengan seseorang pun turut membuat Ellia kelimpungan. Ellia tidak mau dijodohkan. Hal itu berujung pada Ellia yang nekat meminta bantuan Alga-sahabatnya yang sudah tega menolak pernyataan cintanya satu bulan lalu. Dan bantuan yang diminta Ellia adalah dengan menjadikan Alga pacarnya. Namun, kali ini Ellia akan berusaha mengubah penolakan Alga menjadi kata 'ya'. Sampai pada akhirnya, tiba-tiba saja Alga memberikan sebuah penawaran berupa tantangan. "Kalo lo berhasil bikin jantung gue berdebar kayak gini... gue akan kasih jawaban 'ya' atas pernyataan lo. Tapi..." "Tapi apa?" "Lo cuma punya waktu 30 hari." Dengan percaya diri Ellia menerima tantangan itu, tapi... mampukah Ellia membuat jantung Alga berdebar hanya dalam waktu 30 hari?
Todos los derechos reservados
#91
30days
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AL AL GANG [Complicated]
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]
  • ALEA
  • ARGA
  • LDR || Lo Dan Rindu [END]
  • RAJAWALI
  • DRABIA [END]
  • DAVARA
  • Stay (Away)

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido