Story cover for Melindi by chocholate_sweet
Melindi
  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Apr 17, 2023
Aira gadis cantik, ceroboh dan pelupa itu jatuh cinta pada lelaki yang tak pernah di duganya, mungkin rasa sakit yang aira rasakan akan sulit dia lupakan tapi rasa cintanya lebih besar dibanding itu semua, luka itu tak berdarah tetapi menyakitkan dan membekas,bukan membekas saja tapi akan selalu dia ingat. 


Datangnya bagas bukannya membuat dia melupakan sang lelaki melainkan menyakiti hati lain,oh iya mereka juga nggk terlupakan lho, seli, kenzo, kelvin dan rafi mereka selalu hadir dicrita mereka bertiga.apakah aira memilh seseorang yang dia cintai tapi membuatnya sakit hati? atau seseorang yang tak dia cintai tapi tak pernah menyakiti? sungguh pilihan yang sulit.

Dan apakah ada seseorang yang tersangkut paut dengan kematian sang kakak?
All Rights Reserved
Sign up to add Melindi to your library and receive updates
or
#109menjauh
Content Guidelines
You may also like
Patah di titik terendah by febrymayangsari
20 parts Ongoing
Aira Anindita adalah gadis biasa yang hidup dalam ketenangan kecil bersama ayah dan ibunya. Ia tumbuh dalam rumah sederhana yang penuh kasih, di mana ayahnya adalah pelindung yang tak tergantikan. Namun semua berubah ketika ayahnya meninggal secara mendadak karena serangan jantung. Dunia Aira seketika kehilangan arah. Ibu yang dulu hangat, kini seperti bayangan hidup yang tenggelam dalam duka. Rumah mereka menjadi sepi dan dingin, tak lagi nyaman untuk pulang. Di tengah kehancuran emosinya, Aira bertemu Revan - pria asing berwajah dingin dengan masa lalu yang kelam. Revan bukan tipe laki-laki yang seharusnya ditemui gadis baik-baik: ia keras kepala, emosional, dan membawa luka dalam yang belum sembuh. Tapi entah bagaimana, Aira merasa tertarik. Revan menawarkan pelarian, kebebasan, dan ruang untuk Aira menjadi seseorang yang bukan dirinya karena menjadi dirinya sendiri terlalu sakit. Yang Aira tidak sadari, cinta yang tampak seperti pelarian justru perlahan berubah menjadi jebakan. Revan bukan hanya berandalan, ia juga manipulatif dan beracun. Ia mencintai dengan cara yang menyakiti. Kata-katanya menusuk. Tindakannya mencederai hati. Namun seperti banyak perempuan yang terluka, Aira bertahan karena ia mengira itu cinta. Hingga akhirnya, saat Aira dipaksa kehilangan segalanya: kepercayaan diri, harga diri, bahkan mimpinya, ia menyadari satu hal paling penting dalam hidup bahwa tak seorang pun akan menyelamatkan dirinya kecuali dirinya sendiri. Patah di Titik Terendah bukan hanya kisah cinta yang gelap dan menyakitkan, tapi juga kisah kebangkitan seorang perempuan muda. Tentang bagaimana luka yang dalam bisa jadi kekuatan, dan tentang bagaimana kita harus rela melepaskan orang yang kita kira cinta, demi menyelamatkan diri dari kehancuran yang lebih parah.
WISHES. by kimteain99
36 parts Complete
Informasi: Sebaiknya apabila mau membaca tulisan saya, dipertimbangkan terlebih dahulu, masalahnya beberapa bab terakhir ada yang dihapus dan dipindahkan ke KaryaKarsa. Sekian. *** Penghianatan yang Natan lakukan sangat berdampak besar dalam perubahan hidupnya, ketika akhirnya Keira memutuskan pergi. Natan mendadak kehilangan diri dan merasa hampa tanpa hadirnya sosok Keira. Akhirnya Natan menyadari bahwa Keira memilik arti penting dalam hidupnya. Natan sangat berharap ia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka. Namun Keira lebih memilih pergi dibanding bertahan. Dalam satu kesempatan mereka kembali dipertemukan. Namun pertemuan itu justru banyak melukai hati Natan; di mana Keira hadir bukan sebagai miliknya melainkan Ridwan, sang kakak. Ya, Keira gadis yang ia cintai dan rindukan datang sebagai tunangan sang kakak. Itu justru membuat sejuta garis luka dalam sekujur tubuhnya. Akan tetapi, Natan tetap memperjuangkan cintanya. Meski Keira yang sekarang rada cuek dan tentu saja membencinya. Walau demikian, Natan terus berusaha mengambil simpati Keira meski pada kenyataannya hanya sakit hati yang didapat sewaktu hati Keira dijatuhkan sepenuhnya pada Ridwan. Sakit? Tentu saja. Dan rasa sakit Natan lebih tak terelakan sewaktu melihat gadis yang dicintai kembali dilukai. Hal yang pernah mematahkan hati Keira kembali terjadi. Bahkan kali ini jauh lebih besar. Sampai Natan sendiri dapat melihat bahwa api cinta dalam diri Keira seketika itu mati. Lantas apa yang akan terjadi ke depannya? Akankah Natan mampu memperjuangkan Keira di saat hati gadis itu telah mati untuk sesuatu yang dinamakan cinta?
You may also like
Slide 1 of 8
Saat Cinta Tak Terucap cover
Because You Never Really Left  cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
Patah di titik terendah cover
Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah. cover
Akhir Kisah [SELESAI] cover
Let Me Love You Longer cover
WISHES. cover

Saat Cinta Tak Terucap

29 parts Complete

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?