Luka Anak Kedua (RENJUN, WINWIN)

Luka Anak Kedua (RENJUN, WINWIN)

  • WpView
    Reads 3,870
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 23, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
Ini kisah tentang Ravindra Malik Ebrahim, si bungsu yang hidupnya dipenuhi rasa takut dan kegagalan. Rav takut kehilangan kasih sayang dari orangtuanya jika ia gagal mendapatkan apa yang orangtuanya inginkan. Rav hidup di dalam keluarga yang utuh namun tidak merasakan kehangatan. Sejak kecil Rav dididik dengan keras oleh sang Ayah, dipenuhi dengan perbandingan antara dirinya dengan sang kakak, prestasi yang tidak pernah mendapatkan apresiasi dari orangtua, bahkan hidupnya hampir tak luput dari amarah Sang bunda. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk anak pertamanya. Dari situlah, Ravindra mendapat luka yang tak pernah ia utarakan. Sebagai anak bungsu Rav selalu berharap diperlakukan adil oleh kedua orangtua nya. Ia hanya ingin disayangi sebagaimana orangtua nya menyayangi anak pertamanya. ------------------------------------------------------------------ From : Ravindra To : You "Kenapa stigma anak bungsu selalu dimanja itu melekat di pikiran orang orang? Kenapa anak bungsu selalu dicemburuin? Padahal nyatanya ngga semua anak bungsu itu lebih disayang atau dimanja orangtuanya. Gw adalah anak terakhir yang menjadi harapan terakhir orangtua, yang selalu dituntut supaya jadi seperti kakaknya, bahkan lebih baik dari kakaknya."
All Rights Reserved
#892
hyuckren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What about me? (Jaeren)
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • This is Our Crazy Family [END][KUBACA]
  • 3 [ex] Tuan Muda
  • ETERNITY [✓]
  • I AM PREGNANT  (OPEN PO)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • KARAFERNELIA
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Perihal Sandwich(End)

Mengalah dan terus mengalah membuat Renjun memilih menyerah pada keadaan, tidak ada yang tahu bagaimana cara kita melukai orang terdekat tanpa sengaja, barangkali hal kecil mampu menjadi racun paling mematikan bagi mereka. Renjun bukan anak pertama atau juga anak bungsu, namun lukanya tak kalah dalam dari cerita mereka, mengalah pada kakak pertama sebagai tanda menghormati dan mengalah pada adik sebagai bukti kasih sayang. Lalu dimana keadilan baginya? Rumah tak selalu menjadi opsi pertama untuk pulang, orang terdekat terkadang menjadi musuh paling kejam. Dan mereka yang lemah akan terkapar atau menjadi budak selamanya, setiap anak memiliki luka masing-masing, hanya saja cara mereka menghadapi tak selalu sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines