Clarayan

Clarayan

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 2, 2023
Seorang anak kecil yang terlihat sedang menangis sendiri didepan danau kecil membuat seorang anak kecil satunya lagi menghampirinya. "Pesss", bunyi permen karet mengagetkan anak kecil itu. "Heheheh, sorry. Kamu kenapa?, Kok nangis", tanya anak kecil tadi sambil duduk disamping anak kecil yang menangis. "Hiksss...huhuhuhuu", anak kecil itu tidak menanggapi dan tetap saja menangis. "Heyyy, jangan nangiss", pintanya "Kenapa semuanya jadi seperti ini, hikss". Ucap anak kecill itu. "Ku mohon jangan nangis, kamu kan cowok, masak jadi cowok cengeng kok, cemeen", jelas anak itu. Anak kecil yg satunya melirik sekilas. 'iiiyaa, aku GK nangis lagi kok" "Nahh gitu dong jadi cowok itu harus kuat gak boleh cengeng masak kalah sama aku yang cewek", jelas anak itu
All Rights Reserved
#116
scholl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Angel(o)
  • LAST FIGHT  FOR HIM | | 𝑺𝒀𝑨𝑸𝑬𝑳𝑳.
  • Mommy ; markhyuck [end]
  • Because ILY [Completed]
  • STEPFATHER || JICHEN🔞 (END) ✔️
  • VINDEYLI
  • BROTHER || JICHEN
  • Serendipity || S2 MOMMY? | End
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines