SWEET DREAMS ALDEN

SWEET DREAMS ALDEN

  • WpView
    MGA BUMASA 9
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 19, 2023
Alden yang sejak kecil tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtua nya. Walaupun orangtua nya masih lengkap tetapi dia tidak pernah merasakan cinta kedua orangtua. "Kehidupan lo bisa saja lebih buruk dari pada ini, jika lo masih tidak bisa menghargai orang di sekitar. Orang tua lo juga cerai karena bapak lo gatau diri sama seperti anaknya" ucapnya Mendengar kalimat itu membangkitkan emosi Alden, dia meninju pria tersebut tanpa rasa iba. "Lo boleh hina gua tapi tidak keluarga gua. Lo itu gatau apa yang sebenarnya terjadi."
All Rights Reserved
#72
alden
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Being a Good Papa [ End ]
  • ALVARA
  • Gavinara  (Terbit)
  • Angelina (BERALIH KE WEBNOVEL)
  • Hukum Cinta || OhmNanon
  • Last Love
  • FALLING IN LOVE
  • altasy
  • LIKE A FOOL
  • Axellio

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman