Bukan Karma Tapi Hukum Tabur Tuai

Bukan Karma Tapi Hukum Tabur Tuai

  • WpView
    LECTURAS 160
  • WpVote
    Votos 62
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 26, 2023
Hai, aku Amelia. Putri sulung dari tiga bersaudara. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Keluarga besarku termasuk golongan menengah keatas. Tapi Papa selalu mengajarkan anak anaknya untuk selalu hidup secukupnya, seadanya, dan berhemat. Karena semenjak menikah dengan Mama, Papa tidak menerima haknya sebagai anak laki laki dirumah Nenek. Semua itu atas hasutan Tante Frida dan Tante Lasma, keluarga dari Papa. Banyak gosip beredar, kami tinggal dengan Nenek sebagai benalu. Uang Pensiun Nenek habis untukku dan adik adik. Serta mencukupi kebutuhan dapur selama satu bulan. Kenapa? Karena Mama tidak kerja? Atau karena Mama juga dari keluarga yang terbilang kaya? Sangat tidak masuk akal menurutku. Mama juga tidak selalu dimanjakan Oma dan Opa. Bahkan keinginan Mama selalu dinomor sekiankan Oma karena ada Om Satria dan Om Toni. Meski banyak cibiran dari keluarga besar Papa. Apalagi kami tinggal dirumah Nenek sedari aku SD. Bahkan Tantr Frida tidak segan melontarkan kalimat yang tidak seharusnya diucapkan pada bocah kelas 5 SD. Entah kenapa, saat itu tidak langsung aku bilang ke Papa. Tapi sekarang aku tahu alasannya. Ya. Karena itu Kakaknya Papa. Aku juga tidak mau keluarga besar ribut karena masalah itu. Setelah tamat SMA, aku sudah keterima di universitas diluar kota. Tapi Mama melarangku dengan Alasan tidak ada uang. "Ma, kakak bisa usahakan dapat beasiswa. Atau bisa urus surat kemiskinan." Ujarku. "Jika kita urus surat kemiskinan, apa kata Kedua Tantemu? Mama akan di cap mengajarimu merendahkan nama baik keluarga. Sudahlah kak. Lebih baik kamu kerja saja dulu, setelah itu sambilan kuliah. Kamu sudah diminta sama temen Mama untuk mengisi posisi kosong sebagai adminnya di Mits*bis**. Kantornya dekat dengan rumah Tante Daisy. Untuk sementara kamu tinggal disana dulu. Nanti kalau Kakak sudah jadi karyawan tetap, cari kost yang dekat kantor saja." Jelas Mama.
Todos los derechos reservados
#575
setia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • DIA ADALAH NAJA
  • SYAKIRA how are you?
  • RE-SILIENCE (END)
  • laut Tolong Bawa Aku Pulang
  • Little Princess [END]
  • Mewart couple instagram [END] ✔
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido