Bukan Karma Tapi Hukum Tabur Tuai

Bukan Karma Tapi Hukum Tabur Tuai

  • WpView
    Lecturas 167
  • WpVote
    Votos 62
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 26, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Hai, aku Amelia. Putri sulung dari tiga bersaudara. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Keluarga besarku termasuk golongan menengah keatas. Tapi Papa selalu mengajarkan anak anaknya untuk selalu hidup secukupnya, seadanya, dan berhemat. Karena semenjak menikah dengan Mama, Papa tidak menerima haknya sebagai anak laki laki dirumah Nenek. Semua itu atas hasutan Tante Frida dan Tante Lasma, keluarga dari Papa. Banyak gosip beredar, kami tinggal dengan Nenek sebagai benalu. Uang Pensiun Nenek habis untukku dan adik adik. Serta mencukupi kebutuhan dapur selama satu bulan. Kenapa? Karena Mama tidak kerja? Atau karena Mama juga dari keluarga yang terbilang kaya? Sangat tidak masuk akal menurutku. Mama juga tidak selalu dimanjakan Oma dan Opa. Bahkan keinginan Mama selalu dinomor sekiankan Oma karena ada Om Satria dan Om Toni. Meski banyak cibiran dari keluarga besar Papa. Apalagi kami tinggal dirumah Nenek sedari aku SD. Bahkan Tantr Frida tidak segan melontarkan kalimat yang tidak seharusnya diucapkan pada bocah kelas 5 SD. Entah kenapa, saat itu tidak langsung aku bilang ke Papa. Tapi sekarang aku tahu alasannya. Ya. Karena itu Kakaknya Papa. Aku juga tidak mau keluarga besar ribut karena masalah itu. Setelah tamat SMA, aku sudah keterima di universitas diluar kota. Tapi Mama melarangku dengan Alasan tidak ada uang. "Ma, kakak bisa usahakan dapat beasiswa. Atau bisa urus surat kemiskinan." Ujarku. "Jika kita urus surat kemiskinan, apa kata Kedua Tantemu? Mama akan di cap mengajarimu merendahkan nama baik keluarga. Sudahlah kak. Lebih baik kamu kerja saja dulu, setelah itu sambilan kuliah. Kamu sudah diminta sama temen Mama untuk mengisi posisi kosong sebagai adminnya di Mits*bis**. Kantornya dekat dengan rumah Tante Daisy. Untuk sementara kamu tinggal disana dulu. Nanti kalau Kakak sudah jadi karyawan tetap, cari kost yang dekat kantor saja." Jelas Mama.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SYAKIRA how are you?
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • laut Tolong Bawa Aku Pulang
  • Nata, De & Coco
  • A Sloppy Girl's Diary
  • DIA ADALAH NAJA

Ini cerita tentang seorang anak perempuan bernama syakirakia anjelia, gadis yang kini tengah duduk di bangku sekolah menengah atas. Syakira terlahir dari anak ke 1 dari 4 bersadara, anak yang selalu di paksa untuk mengerti dalam segala hal, sebagai seorang Kakak syakira juga selalu harus mengalah dalam hal apapun. Di mulai dari finansial Dan segala macam. "Kia, kamu itu seorang kakak kamu harus ngalah dong sama adek nya." Ucap sang ibu. "Bu, aku udah terlalu cape buat ngalah, Dari kecil aku selalu sabar buat selalu nurutin tapi aku juga cape kalo harus selalu menjadi nomer dua." Syakira hanya mampu mengatakan semua itu dalam hati nya. Saat masih remaja adalah masa di mana banyak anak muda yang sedang di mabuk kasmaran, namun berbeda dengan syakira yang justru harus menyibukan diri nya dalam hal pelajaran,hafalan,membantu orang ibu,kerja. Sekali nya suka sama cowok, cowok nya suka sama adek sendiri. "Rasa nya udah bener-bener lelah jadi kakak, kakak juga butuh kakak." Hinggak pada akhir nya syakira di pertemukan dengan sosok laki laki yang selama ini ia banyangkan yang merubah segala nya dalam segala hal tentang laura. "Saya tidak pantas untuk kamu"Ucap syakira "Tidak pantas karena apa?" Tanya laki-laki di depan nya "Ya, karena semua nya, kita berbeda. Lagian kenapa kamu mau sama saya?"tanya laura. "Karena hati dan jiwa saya menginginkan kamu" balas laki-laki itu dengan tegas.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido