The End?

The End?

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 22, 2024
Orang bilang cinta diumur belasan hanyalah sebuah permainan, perkataan yang tidak sepenuhnya benar tapi tidak juga salah karna sebenarnya semua kembali kepada bagaimana cara mereka memandang sebuah hubungan untuk dijalani, apakah dengan kesungguhan atau hanya untuk dijadikan sebatas permainan? Yara Elfritha, seorang gadis cantik yang lahir di keluarga sederhana dengan berbagai kisah percintaan, keluarga dan pertemanan yang tak sejalan dengan yang diinginkan, menjadi anak tunggal dan kehilangan figur seorang ayah dengan ketidakstabilan dalam keluarga bukan hal yang mudah baginya. Terombang-ambing dalam takdir yang seolah dipermainkan semesta, Takdir yang entah akan berakhir seperti apa. "Hai! gue Yara, kalian mau ikut gue cari kelanjutan dari takdir ini?" ***
All Rights Reserved
#55
yara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Nobody Knows (HIATUS)
  • Hadiah Terindah Dari Semesta
  • Om, Ayo Nikah!
  • Dalam Dekapan Malam
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • NESTAPA [On Going]
  • FAKE BOYFRIEND [Completed]
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)

[Selamat membaca] β—ŒDalam tahap revisiβ—Œ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines