-ADYATAMA-

-ADYATAMA-

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 25, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
"Hidup ini kejam banget, gue udah gak sanggup." - Adyatama Maheerza Bagaskara. "Dunia gak akan membaik hanya karena lo nyerah, Tama." -Rinjani Chantika Andhira. "Gue nyerah, Jani." Menceritakan seorang Adyatama Maheerza Bagaskara, lelaki yang selalu terpukul oleh kejamnya hidup. Namun, bagaimana jika Tama bertemu dengan sosok perempuan yang lemah lembut hatinya, akankah ia menemukan obatnya? Akankah perempuan itu menjadi obat penenang dikala hari hancurnya tiba? *** FOLLOW DULU SEBELUM BACA YA! BIAR GAK KETINGGALAN UPDATE. Hi, welcome to my new story! Hope you enjoy this book and I'll see you guys! Semoga kalian suka sama book aku yang lagi aku garap ini. Start: 25 Maret 2024.
All Rights Reserved
#529
renjun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Bound By Trouble | Na Jaemin
  • Tears In Heaven
  • KELABU BIRU [END] -REVISI
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • Another Love || Nomin || [END]
  • Meikarta (END)
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines