Just a Moment

Just a Moment

  • WpView
    Reads 29,913
  • WpVote
    Votes 1,803
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
WpInfo
Fanfic
Hei, apa kalian mempunyai seorang Kakak? Bagaimana rasanya? Apakah menyenangkan? Mengasyikkan? Bagiku, entahlah. Semua hampa. Katakan saja, kematian sudah dekat menghampiriku. Kalian tahu apa yang terbersit dibenak-ku sekarang? Sebuah ejekan, yang menurutku mungkin saja di lontarkan oleh Kakakku. Ya, Mungkin. Karena aku tidak tahu. 'Kau bisa-bisanya kalah dengan penyakit itu? Lemah.' Ya, ejekan itu yang terbayang dalam pikiranku. Tapi hei, dalam waktu sempit ini... Mungkin Kakakku akan kembali dalam kehangatan? Aku sungguh menginginkannya ahahaha... Sampai jumpa, di dalam cerita ini. | Ini ide murni milik saya! | Copy paste minggir sana! | Setiap Karakter di sini adalah milik Monsta | Saya hanya meminjam
All Rights Reserved
#466
ochobot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • The King & The Doctor ✓
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines