Broken Adolescent Mentality (ON GOING)

Broken Adolescent Mentality (ON GOING)

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 3, 2024
WARNING!!! DIHARAPKAN FOLLOW & VOTE SEBELUM MEMBACA CERITA. Bagaimana rasanya selalu menjadi pihak yang disalahkan dan harus terus menerus meminta maaf untuk hal yang tidak dilakukan?tentunya sakit, kecewa dan muak. Katanya kesehatan mental itu penting, katanya orang-orang harus menghargai kesehatan mental seseorang. Safira rasanya ingin tertawa saja melihat dan mendengar tentang kesehatan mental yang selalu digemborkan namun tidak praktikan. Melihat dirinya yang selalu dan terus dihancurkan oleh orang-orang sekitarnya membuat sebuah rasa kacau pada diri Safira menjadi semakin kacau. Lantas jika seperti itu, apakah kesehatan mental cukup berarti dan penting? "Kamu itu anak yang tidak tahu diuntung, seharusnya kamu bersyukur memiliki orang tua seperti kami"ucap papanya pada Safira. "See?gue udah bilang banyak yang nungguin gue putus sama lo, jadi jangan heran kalau gue secepat ini dapat pengganti lo"ucap Gama sinis. "Lo itu manusia yang paling gue benci sebenarnya, cuma sayang aja gue harus pura pura biasa aja didepan lo"ucap Rania sarkas. Penasaran sama kelanjutannya?mari kita baca dicerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hilang
  • M E M O R Y  (On Going)
  • ALVIN (On Going)
  • Psychological-Kanaya Seanandita
  • LITTLE GIRL
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Senja yang mendung
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
Hilang

"Aku benci kesunyian, yang tak pernah membuatku nyaman dalam keramaian. Tapi sunyi itu telah menjelma menjadi diriku sendiri." -Kyara Reynata "Bahagiamu adalah bahagiaku juga dan lukamu adalah lukaku pula, jadikanlah aku sandaranmu ketika kau membutuhkan tempat untuk menuangkan segala kesedihan. Aku ingin selalu menjadi benteng disaat kau rapuh. Karna kau adalah bagian dari hidupku." -Daniel Liandra Widjaya Semenjak kepergian Ayah nya hidup seorang gadis nyaris mengalami perubahan yg drastis. Belum lagi kedua kakaknya yg sampai saat ini tak bisa menerimanya kembali dan bahkan membencinya. Selama kurun waktu 2 tahun lamanya ia sempat mengalami gangguan psikis akibat trauma yg cukup menggucang kejiwaannya.Bahkan ia sempat dimasukkan di RSJ karna dicap sebagai "pembunuh" Ayahanda mereka oleh kedua kakaknya. Namun sejak seorang lelaki yg sempat menjadi teman kecilnya atau katakanlah devilnya, ia mencoba untuk bangkit dari masa lalu yg kelam itu. Teman yg dulunya menjadi musuh bebuyutannya itu sekarang telah berganti menjadi satu-satunya sahabat yg selalu mendukung dan memberikan suport kepadanya agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini. Akankah hidup gadis itu kembali seperti sediakala atau malah sebaliknya? REMEMBER!! Dilarang keras untuk meniru ataupun mengcopy cerita ini!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines