Eternal Dandelion

Eternal Dandelion

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2024
Ini hanyalah cerita tentang seorang laki-laki berwajah tampan dengan senyum yang menenangkan, namun siapa sangka kehidupannya tak setenang senyum yang ia ciptakan.Kejadian masa lalu yang terus menjadi penghalang rasa damai yang sebenarnya. Pertemuan nya dengan seorang gadis yang tanpa sengaja ia tabrak menjadi awal ia menemukan semangat baru dalam hidupnya.Gadis yang berhasil menjadi alasan senyum indahnya masih setia menghiasi wajahnya. Tak semudah itu, bahkan gadis itu juga lah yang menjadi alasan ia untuk tidak bertahan lagi.Siapa sangka, seakan dunia ingin membunuh perasaannya sebelum membunuh jasadnya. "Aku udah gak mau berusaha lagi" "Aku capek, cukup sampai sini aja" "Mungkin aku tak se abadi Edelweis tapi setidaknya aku pernah sekuat Dandelion" ~~ ⏳
All Rights Reserved
#7
reiive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • " Puzzle " || Kim Sunwoo ✅
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • FRIENDzone (Completed)
  • 180° [END]
  • Cold Like You [END]
  • The Hidden Things [END]

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines