Tellopathy

Tellopathy

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Baiklah, seperti yang kalian ketahui bahwa tempat duduk kalian telah diatur. Penentuan tempat duduk kalian bukan berdasarkan nomor absen, melainkan berdasarkan nomor undian kalian. Dan teman sebangku kalian adalah partner makalah kalian." Chavia terkejut setengah mati karena mendapatkan partner makalah yang dingin terhadap semua orang. Bahkan dia bingung bagaimana makalahnya akan dibuat. Sampai suatu hari, mereka melakukan kerja kelompok di rumah angker milik Dheo dengan suatu rahasia yang mengejutkan semua orang. Rahasia apakah itu?
All Rights Reserved
#849
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (END)The Gentle Death God Laughs Above the Cherry-Blossom Sky.
  • Sepucuk Surat untuk Elraga [SELESAI]
  • Black Code (Lima)
  • Hoom Pim Pah
  • Siapa Dalangnya ? (END)
  • Rahasia yang Terkubur
  • Payung di bulan JULY
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Licensia
  • REWRITTEN | END

Judul : Dewa Kematian yang Lembut Membohongi Anda/ 桜 色 に 染 ま る 空 の 向 こ う で 優 し い 死神 は 笑 う Mahiro telah keluar masuk rumah sakit sepanjang hidupnya karena penyakit jantungnya yang parah. Suatu malam, dia membuka matanya saat dia merasakan angin sepoi-sepoi bertiup ke kamarnya. Berdiri di samping tempat tidurnya, pemuda dengan tudung ditarik melewati matanya * memperkenalkan dirinya sebagai Dewa Kematian. Dia berkata, "Aku datang untuk mengambil jiwamu." Mahiro, yang diberi tahu bahwa dia akan mati dalam 30 hari, dengan riang bertanya kepadanya, "Sampai hari itu, maukah kamu menjadi mitra percakapan saya dan menemani saya?" Selama ini Mahiro sendirian di rumah sakit. Menghabiskan waktu dengan Dewa Kematian, hidupnya secara bertahap menjadi lebih menyenangkan. Tapi hari yang menentukan itu segera mendekat. Hari demi hari, detak jantungnya semakin lemah. Suaranya menjadi serak. Melihat Mahiro seperti ini, yang dilakukan Dewa Kematian adalah- "Hei, Tuan Kematian." "Apa?" "Jangan tinggalkan aku." "Saya tidak akan. Aku akan berada di sisimu sampai saat-saat terakhirmu. " Kisah cinta pahit manis antara Dewa Kematian dan seorang gadis yang menunggu kematiannya, tidak pernah ditakdirkan. karya : Mochizuki Kurage/ 望月 く ら げ RAW : https://kakuyomu.jp/works/1177354054887370254

More details
WpActionLinkContent Guidelines