We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Maaf, Cakra!

Maaf, Cakra!

  • WpView
    Reads 3,590
  • WpVote
    Votes 181
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?
All Rights Reserved
#18
menerima
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Call It What You Want (END)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Hello, My Destiny [COMPLETED]
  • [COMPLETE] Cinta untuk Koko
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • BUNGKAM
  • Denyut Waktu (TAMAT)

Menjalani pernikahan yang menurut Zayra terlampau biasa-biasa saja membuatnya merasa jenuh. Apalagi dihadapkan dengan suami yang setiap kali berbicara selalu memancing emosinya. Tak pernah melakukan kekerasan, laki-laki itu hanya menjengkelkan bagi Zayra. Semua hal yang menjengkelkan itu selalu kalah setiap kali Zayra memandang sosok Arya dengan dalam. Dibalik tingkah menjengkelkannya, tetap laki-laki itu adalah pilihannya sedari awal. Ia pikir Arya yang dipilihnya menjadi pasangan sehidup semati tidaklah buruk. Namun hampir satu tahun pernikahan, dirinya hanya mendapatkan sebuah kebingungan. Zayra tentu tidak tahu bagaimana perasaan Arya yang mengemban peran sebagai suami. Tapi Zayra bukan tidak mengerti bahwa semestinya dari awal ia tak memilih Arya untuk berada di sisinya. Karena Zayra tahu laki-laki itu masih menyimpan rapi dan apik kenangan bersama mantan calon istrinya. Menjelang perayaan satu tahun pernikahan nanti haruskah ia memilih untuk mengakhiri semuanya dengan Arya, laki-laki pertama yang mengisi hati serta harinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines