UTOPIA

UTOPIA

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 4, 2023
Aku kesakitan, kalian masih tetap tertawa Aku selalu di remehkan oleh orang sekitarku, hidupku benar benar hancur saat ibuku meninggal. "Sampah seperti lo ga pantes ada disini" "Menjijikan" "Dasar pembunuh" "Mati aja lo" "Spesies kayak lo ga pantas hidup" "Lemah" "Ga berguna, kenapa sih lo ga mati aja" "Cewe gila" Berbagai macam cacian yang aku terima setiap hari sehingga itu mengganggu pikiranku Aku selalu bertanya tanya kepada diriku sendiri, apa benar aku emang ga pantas di dunia ini?, atau lebih baik aku mati saja, semua orang menginginkan kematianku termasuk keluarga ku sendiri.
All Rights Reserved
#53
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Diary Depresiku
  • Breathe
  • LUKA
  • Silent Love (END)
  • Sejenak Luka
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines